
General Manager YIA, Muhammad Thamrin,
Penulis: Oseani Putri
TVRINews, Yogyakarta
Kesiapan Yogyakarta International Airport (YIA) dalam menghadapi penyelenggaraan penerbangan haji 2026 telah mencapai sekitar 90 persen dan masih terus dimatangkan menjelang operasional yang dijadwalkan mulai akhir April 2026.
Bandara YIA menargetkan pelayanan embarkasi dan debarkasi haji dapat berjalan lancar, tertib, serta aman bagi seluruh jemaah.
General Manager YIA, Muhammad Thamrin, mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan, terutama pada aspek infrastruktur dan layanan guna menjamin kenyamanan serta keamanan perjalanan jemaah.
Untuk mengakomodasi sekitar 10 ribu jemaah haji, YIA menyiapkan jalur khusus yang terpisah dari penumpang umum. Skema ini diterapkan agar pergerakan jemaah lebih tertib dan tidak bercampur dengan penumpang reguler.
Jalur khusus tersebut telah disiapkan sejak proses keberangkatan dari titik pemberangkatan hingga kedatangan di bandara, termasuk pengaturan dari hotel menuju YIA.
Selain itu, fasilitas ramah lansia juga disiapkan untuk membantu jemaah lanjut usia selama berada di area bandara, meskipun telah didampingi oleh petugas maupun keluarga.
“Kami sangat siap. Dengan runway sepanjang 3.250 meter dan lebar 45 meter, kami mampu melayani pesawat berbadan lebar dalam jumlah besar. Dengan jumlah jemaah sekitar 9.320 orang, kami optimistis seluruh proses dapat berjalan lancar,” ujar Muhammad Thamrin, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, penerbangan haji tahun 2026 akan dilakukan sebanyak 26 kali untuk keberangkatan (embarkasi) dan 26 kali untuk kepulangan (debarkasi). Seluruh penerbangan akan dilayani dengan sistem direct flight menuju Jeddah dan Madinah, Arab Saudi.
Editor: Redaktur TVRINews
