
Perbaikan Kawasan Labuan Bajo, Jokowi : Minimal 1 Juta Kunjungan Wisatawan
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Labuan Bajo
Pemerintah menunjukkan keseriusannya mengembangkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Penataan kawasan dan infrastruktur pendukung pariwisata di Labuan Bajo telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Presiden usai meresmikan dan meninjau penataan Kawasan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/7/ 2022).
“Dari penataan di Pulau Rinca, kemudian penataan di pelabuhan lama di Marina, kemudian juga infrastruktur jalan yang dilebarkan dan juga ada yang diperpanjang, kemudian juga memperpanjang runway, dan memperluas Terminal Airport Komodo,” ujarnya.
Dengan upaya pengembangan tersebut, pemerintah menargetkan minimal satu juta kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Presiden menyampaikan target tersebut akan ditingkatkan apabila perpanjangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Komodo selesai dikerjakan.
“Target pertama Labuan Bajo ini harus minimal satu juta (wisatawan) karena memang airport-nya kapasitasnya seperti itu. Tapi kalau nanti runway-nya sudah diperpanjang, (pesawat) wide body bisa masuk, naik lagi ke 1,5 juta. Saya sudah sampaikan ke Menteri Pariwisata, Pak Sandiaga Uno,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan untuk membuat turis kembali jangan sampai ada sampah bertebaran.
“Jangan sampai sampah bertebaran kemana-mana. Itu hal kecil, tetapi akan dilihat oleh turis yang akan datang. Dari hal kecil itu, akan menetukan dia akan kembali atau tidak,” ucap Presiden Jokowi.
Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk melakukan konservasi habitat Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Sementara untuk wisatawan yang ingin melihat langsung hewan endemik tersebut, Presiden menyarankan untuk berkunjung ke Pulau Rinca.
Editor: Redaktur TVRINews
