
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Sumbar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 11.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai ±600 meter di atas puncak atau sekitar 3.491 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 34 detik.
Rifandi menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada).
Dengan status tersebut, masyarakat diimbau tidak memasuki radius 3 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek), serta menunda seluruh aktivitas pendakian maupun kunjungan wisata di sekitar kawasan tersebut.
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi agar mewaspadai potensi aliran lahar, terutama pada musim hujan.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mencegah ISPA, serta perlengkapan lain guna melindungi mata dan kulit. Amankan sarana air bersih dan bersihkan atap rumah dari timbunan abu vulkanik agar tidak roboh,” ujarnya.
Rifandi turut meminta masyarakat menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan hoaks, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Ia menegaskan agar warga selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan pihak berwenang.
Editor: Redaktur TVRINews
