
Luapan Sungai Jangkok Tinggalkan Lumpur di Rumah Warga
Penulis: Ambi
TVRINews, Mataram
Luapan Sungai Jangkok merendam sejumlah rumah warga di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis malam, 22 Januari 2026. Banjir bercampur lumpur terjadi sejak pukul 22.00 WITA hingga Jumat dini hari, 23 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA.
Akibat kejadian tersebut, warga harus membersihkan lumpur yang menggenangi lantai rumah serta perabotan. Aktivitas pembersihan terlihat di Lingkungan Dasan Agung Gapuk Utara, lokasi yang terdampak cukup parah.
Seorang warga, Sahlan, menyebut luapan Sungai Jangkok bukan peristiwa pertama. Namun, banjir kali ini dinilai paling parah karena ketinggian air mencapai leher orang dewasa.
“Banjir tahun ini jauh lebih parah karena airnya sangat tinggi,” tutur Sahlan, Jumat, 23 Januari 2026.
Warga membersihkan rumah secara mandiri dengan mengeluarkan lumpur yang mengendap. Sejumlah peralatan elektronik serta barang berharga dilaporkan rusak karena terendam banjir, memicu kerugian materi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram mencatat luapan Sungai Jangkok berdampak di beberapa wilayah, mulai kawasan Sayang-Sayang hingga Ampenan. Wilayah dengan dampak terparah berada di Kelurahan Dasan Agung.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, menjelaskan curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai terjadi sejak pagi hingga sore hari, memicu peningkatan debit air Sungai Jangkok hingga meluap ke permukiman warga.
“Curah hujan tinggi di hulu menyebabkan debit air meningkat dan meluap,” jelas Ahmad Muzaki.
Hingga kini, BPBD Kota Mataram masih melakukan pendataan dan belum memastikan jumlah warga terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi.
“Kami imbau warga untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi saat ini,” tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews
