
Penulis: Regita
TVRINews, Palembang
Tradisi berbagi bubur suro setiap bulan Ramadan kembali dilakukan oleh pengelola Masjid Al Mahmudiyah di Palembang, Sumatera Selatan. Sekitar 500 porsi bubur suro disiapkan setiap hari untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai menu takjil berbuka puasa.
Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini selalu dinantikan warga sekitar. Masyarakat rela mengantre untuk mendapatkan bubur suro yang memiliki cita rasa khas gurih, asin, dan sedikit sentuhan lemak yang menambah kelezatan.

Ketua Masjid Al Mahmudiyah, Kgs. Abdul Rasyid mengatakan tradisi berbagi bubur suro sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Ramadan di masjid yang juga dikenal masyarakat sebagai Masjid Suro.
“Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun. Setiap Ramadan kami berupaya terus menjaga kegiatan berbagi bubur suro ini sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujar Kgs. Abdul Rasyid.
Proses pembuatan bubur suro dilakukan secara gotong royong oleh para pengelola masjid. Untuk menghasilkan ratusan porsi bubur, dibutuhkan sekitar 10 kilogram beras serta 3 kilogram daging dan tetelan.

“Memasak bubur suro biasanya memakan waktu hampir dua jam sampai benar-benar matang dan siap dibagikan kepada warga untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Menurutnya, selain menjadi hidangan berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pengurus masjid dan masyarakat sekitar.
“Harapannya tradisi ini bisa terus dilestarikan dari generasi ke generasi, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan konsistensi menjaga tradisi berbagi bubur suro setiap Ramadan, Masjid Suro terus menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Editor: Redaksi TVRINews
