
Jasa Perahu Tambangan di Sungai Brantas Jadi Favorit Pemudik
Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Jasa perahu penyeberangan atau tambangan yang menghubungkan Kabupaten Jombang dan Nganjuk di Sungai Brantas, Kecamatan Megaluh, menjadi pilihan favorit masyarakat saat Lebaran.
Selain menghindari kemacetan, perahu tambangan juga mempersingkat waktu perjalanan.
Lonjakan jumlah penumpang membawa berkah bagi para pekerja perahu tambang setempat. Salah satu pekerja, Candra, mengungkapkan bahwa volume penumpang meningkat signifikan sejak H-1 Lebaran.
"Setiap musim mudik, jumlah penumpang yang memilih jalur ini selalu meningkat sekitar 60 sampai 70 persen," ujarnya pada Senin, 31 Maret 2025.
Tarif penyeberangan perahu tambang tergolong ekonomis. Pemudik yang membawa sepeda motor hanya dikenakan biaya Rp2.000, sedangkan kendaraan roda empat seperti mobil dikenai tarif Rp8.000.
Namun, jika membawa mobil, jumlah penumpang bermotor dikurangi hingga maksimal 30 orang.
Jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, jumlah penumpang perahu tambangan kali ini mengalami peningkatan.
Frekuensi penyeberangan pun menjadi lebih sering, memberikan keuntungan lebih bagi para pekerja perahu tambang.
Seorang pemudik asal Sidoarjo, Sunyoto, mengaku lebih sering memilih jalur perahu tambang dibandingkan jalur darat karena lebih cepat dan efisien.
"Kalau lewat jalur biasa, sering macet panjang, apalagi di musim mudik seperti ini. Lewat perahu tambang lebih cepat, tinggal nyebrang dan langsung sampai tujuan," katanya.
Namun, penggunaan jasa perahu tambangan juga memiliki risiko. Jika baling-baling perahu terjerat tanaman sungai seperti enceng gondok, mesin berpotensi mengalami gangguan di tengah sungai yang berarus deras.
Meski begitu, para pengemudi perahu tambang mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut dan dapat menanganinya dengan baik.
Editor: Redaktur TVRINews
