
Angka Stunting Menyusut Drastis Lewat Strategi Reward Sembako
Penulis: Zainal Hakim
TVRINews - Kabupaten Tanah Bumbu
Jumlah anak stunting Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, Kalimantan Selatan mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data per Januari 2026, jumlah anak stunting di desa tersebut kini tersisa empat orang.
Angka tersebut menyusut tajam dibandingkan data tahun 2024 yang masih mencapai 10 orang. Tren positif ini dinilai tidak lepas dari langkah-langkah taktis yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Batuah dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Kepala Desa Batuah Mahluki mengatakan, pihaknya menaruh fokus besar pada penguatan peran kader posyandu.

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian insentif yang layak kepada para kader agar kinerja dan pendampingan terhadap balita semakin optimal,” kata Mahluki, Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain itu, Pemerintah Desa Batuah juga menerapkan sistem penghargaan (reward) yang dinilai cukup unik untuk memotivasi partisipasi warga. Apresiasi berupa paket sembako diberikan kepada masyarakat yang aktif datang dan memanfaatkan layanan posyandu.
Di sisi lain, Camat Kusan Hilir, Amirullah, menegaskan bahwa target penurunan angka stunting setiap tahunnya merupakan komitmen yang tidak dapat ditawar. Saat ini, pihak kecamatan telah memperkuat struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa.

Upaya tersebut di antaranya dilakukan dengan memaksimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) di setiap desa agar pendampingan dan pemantauan terhadap keluarga berisiko stunting dapat berjalan lebih efektif.
Selain penanganan pada balita, upaya pencegahan dari hulu juga terus dilakukan. Pemerintah desa menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) serta puskesmas setempat untuk melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat.
Edukasi difokuskan pada dampak buruk pernikahan dini yang selama ini menjadi salah satu faktor utama munculnya kasus stunting baru.
Editor: Redaksi TVRINews
