
Foto: kapal di Pelabuhan Merak, Banten (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Banten
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hari kedua pada masa arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 ada sebanyak 142.288 orang yang melakukan penyeberangan.
Selain penumpang, Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan jika jumlah kendaraan yang ikut menyeberang dalam periode H+1 hingga H+2 tercatat sebanyak 37.634 unit.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan cukup signifikan, di mana jumlah penumpang naik 15 persen dan kendaraan meningkat 15,7 persen,” ungkapnya pada Selasa, 24 Maret 2026
Di sisi lain, masih terdapat ratusan ribu pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa. Data sementara menunjukkan sebanyak 756.576 penumpang dan 202.126 kendaraan masih berada di luar Jawa dan diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan.
ASDP memperkirakan puncak arus balik akan terbagi dalam dua fase, yakni pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret.
“Kenaikan jumlah pengguna jasa penyeberangan sudah mulai terasa sejak H+1, dengan tren peningkatan berlanjut pada H+2. Pada hari ini saja, jumlah reservasi mencapai sekitar 44 ribu penumpang dan kendaraan,” kata dia
Meski terjadi peningkatan volume, arus pergerakan terpantau tetap lancar. Pola kedatangan pengguna jasa yang tersebar sepanjang hari dinilai mampu mengurangi potensi kepadatan di pelabuhan.
Untuk menjaga kelancaran operasional, ASDP bersama sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan selama 24 jam.
“Pengawasan dilakukan di seluruh titik penting, termasuk dengan memanfaatkan teknologi drone untuk memantau kondisi lapangan secara langsung. Koordinasi lintas instansi seperti Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, ASDP, dan KSOP juga berjalan dengan baik,” ungkapnya
Dari sisi kesiapan armada, total 68 kapal telah disiapkan untuk mendukung layanan arus balik.
“Sebanyak 31 kapal dioperasikan secara aktif, sementara 37 kapal lainnya disiagakan, termasuk 7 unit di wilayah Bakauheni. Dengan dukungan tersebut, antrean kendaraan di pelabuhan masih relatif terkendali,” kata dia lagi
Berbagai strategi pengaturan juga diterapkan, salah satunya melalui sistem single ticketing yang mengatur distribusi penumpang dan kendaraan ke kapal serta dermaga tanpa pilihan langsung dari pengguna jasa.
Selain itu, skema Tiba-Bongkar–Berangkat (TBB) diberlakukan untuk mempercepat waktu sandar kapal di pelabuhan tujuan.
Pengendalian arus kendaraan juga dilakukan melalui delay system dan buffer zone di rest area KM 49 dan KM 20. Di titik ini, kendaraan disaring sebelum masuk ke pelabuhan dengan menggunakan penanda stiker.
“Kendaraan dengan stiker hijau diperbolehkan melanjutkan perjalanan karena telah memiliki tiket, sementara stiker merah menunjukkan kendaraan belum bertiket atau tidak menuju pelabuhan,” imbuhnya
Untuk kendaraan logistik, ASDP mengalihkan sebagian truk bahan pangan ke Pelabuhan Wika Beton (SMA). Sebanyak 8 kapal khusus telah disiapkan untuk melayani angkutan logistik dan telah melalui tahap uji coba sebelumnya.
Sementara itu, layanan bagi kendaraan roda dua tetap dipusatkan di Bakauheni tanpa skema pemisahan seperti saat arus mudik. Kapasitas yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk mengakomodasi lonjakan sepeda motor selama arus balik berlangsung.
Editor: Redaksi TVRINews
