
Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Aksi donor darah kembali menjadi bagian dari praktik nyata nilai kemanusiaan di masa Prapaskah. Umat Katolik di Kota Kupang memanfaatkan momentum ini untuk berbagi melalui kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan donor darah yang digelar di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua pada Sabtu, 21 Maret 2026, berhasil mengumpulkan 28 kantong darah.
Aksi ini merupakan kolaborasi antara seksi kesehatan paroki dan panitia Paskah 2026, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Provinsi NTT.
Dari total 42 pendaftar, sebanyak 28 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Sementara sisanya belum dapat berpartisipasi karena alasan kesehatan.
Pastor Paroki, Longinus Bone, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk konkret pelayanan kasih kepada sesama. Ia menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Menurutnya, donor darah telah menjadi agenda rutin paroki setiap menyambut hari besar keagamaan, seperti Paskah dan Natal, maupun perayaan ulang tahun paroki.
“Ini merupakan kegiatan rutinitas setiap kali kegiatan menyongsong Peraya Natal atau Paskah, dan juga ulang tahun Paroki, selalu saja ada kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Ini yang perlu kita latih bersama supaya umat senantiasa diajak untuk berbagi kasih dengan sesama, baik lewat kegiatan-kegiatan Bakti Sosial, berbagi kasih khususnya lewat donor darah,” ujar Bone.
Tradisi ini diharapkan terus menumbuhkan kepedulian umat untuk berbagi, terutama bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
Sementara itu, perwakilan seksi kesehatan paroki, Endang Fernandez, mengatakan antusiasme umat cukup tinggi.
"Harapanya juga agar disaat orang -orang yang membutuhkan darah bisa mendapatkan darah tersebut, khususnya di rumah sakit yang sering kekurangan pasokan darah untuk pasien yang membutuhkan transfusi darah, seperti penderita kanker, kecelakaan, atau ibu yang melahirkan. juga mejadi data kita agar jika ada yang membutuhkan darah kita sudah punya data -data ini,” ucap Endang.
Selain umat, kegiatan ini juga diikuti oleh para rohaniwan dan pengurus paroki. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa aksi donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari penghayatan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Redaksi TVRINews
