
Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dinilai telah memenuhi standar nasional. Namun, variasi menu menjadi sorotan agar manfaat program semakin optimal bagi para siswa.
Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan bahwa secara umum fasilitas dan pengelolaan logistik di SPPG Kedungturi sudah sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai sistem pengolahan makanan hingga penyimpanan bahan pangan dilakukan dengan baik dan higienis.
“Semua infrastrukturnya sesuai standar. Mulai dari penyimpanan, sortir bahan, hingga pengolahan semuanya sistematis dan higienis. Bahkan pemisahan tempat pencucian bahan seperti ayam, ikan, dan daging sudah sangat baik,” ujar BHS, Sabtu 25 April 2026.
Ia menambahkan, kualitas bahan pangan yang digunakan juga terjaga kesegarannya karena didatangkan langsung dari sumbernya sebelum didistribusikan ke SPPG.
“Semua logistik dalam kondisi fresh. Sayur langsung dari kebun, begitu juga bahan lainnya,” tambahnya.
Meski demikian, BHS memberikan catatan penting terkait variasi menu makanan yang disajikan.
Menurutnya, SPPG harus mampu mengoptimalkan standar menu yang telah ditetapkan BGN yang mencapai lebih dari 100 jenis menu.
“Saya minta menu yang tersedia dimanfaatkan maksimal. Jangan hanya 20 menu, kalau bisa harus menguasai seluruh menu yang sudah distandarkan, agar anak-anak tidak bosan dan tetap menikmati makanan bergizi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan target Indonesia Emas 2045.
“Makanan bergizi ini investasi utama untuk meningkatkan kecerdasan dan kesehatan anak-anak kita. Aset terbesar bangsa ini adalah manusia, bukan infrastruktur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Kedungturi menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti masukan tersebut dengan meningkatkan variasi menu dan kualitas sajian makanan bagi para siswa.
“Kami akan menambah kreasi menu dengan tetap mengutamakan nilai gizi dan cita rasa agar disukai anak-anak,” ujarnya.
Saat ini, layanan MBG di SPPG Kedungturi telah menjangkau sekitar 2.182 penerima manfaat mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Pihak SPPG juga memastikan akan tetap mengacu pada standar menu yang telah ditetapkan pemerintah, dengan kemungkinan penyesuaian terbatas untuk variasi sajian.
“Kami tetap mengikuti standar menu dari BGN, namun akan kami kembangkan agar lebih variatif tanpa mengurangi kualitas gizi,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
