
Penulis: Joko Prastio
TVRINews, Jambi
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan toleransi dalam menjalankan ibadah puasa. Meski terdapat perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, hal tersebut dinilai wajar dan tidak perlu menjadi bahan perdebatan yang panjang.
Penetapan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun ini diketahui terdapat perbedaan di antara sebagian kelompok umat Islam. Anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah Jambi, Ahmad Syukri, mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut secara dewasa serta saling menghormati satu sama lain.
Perbedaan metode penentuan awal Ramadan dinilai merupakan bagian dari khazanah keilmuan dan tradisi dalam Islam. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memperbesar perbedaan yang ada, apalagi hingga menimbulkan perpecahan di tengah kehidupan sosial bermasyarakat.
Sebagai umat Islam, menjaga kekhusyukan dalam beribadah serta memelihara kerukunan antarumat menjadi hal yang sangat penting. Momentum Ramadan diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Perbedaan ini tidak menjadi hal untuk diperdebatkan dan merupakan keindahan dalam agama Islam,” ujar Ahmad Syukri.
Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai perdebatan di media sosial terkait perbedaan awal puasa Ramadan. Sebaliknya, warga diharapkan tetap menghormati keputusan yang diikuti oleh masing-masing umat demi terciptanya suasana ibadah yang tenang dan damai.
Editor: Redaksi TVRINews
