
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Maxi 3x3 Basketball Competition resmi digelar bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebagai wadah nyata bagi atlet muda berprestasi. Event yang berlangsung dua hari ini diikuti sekitar 80 tim dari kategori SD, SMP, SMA, hingga 18 tahun plus.
Kompetisi ini digelar di Maxi Court, Royal Residence Surabaya, dalam rangka anniversary pertama lapangan tersebut. Selain mencetak bibit unggul, acara ini juga membuka peluang partisipasi bagi pelaku UMKM.
“Kami ingin memfasilitasi anak-anak muda yang punya passion besar di basket. Ini event perdana 3-on-3 dengan total peserta kurang lebih 80 tim,” ujar Monica Anastassia, pemilik Maxi Court, kepada awak media di Surabaya, Sabtu, 11 April 2026.
Monica menjelaskan, selama ini pihaknya hanya menyewakan lapangan. Kini mereka melebarkan sayap untuk menjawab kebutuhan anak muda yang gemar bertanding. Event ini bekerja sama dengan Perbasi serta pengurus basket Jawa Timur.
Ke depan, Maxi Court berencana menggelar coaching clinic dengan pelatih nasional bahkan internasional.
“Kami ingin memberi bekal skill, tidak hanya pertandingan. Anak-anak nanti bisa gunakan ilmu itu di Liga Jatim atau Perbasi,” tambah Monica.
Potensi atlet muda disebut luar biasa. Monica membebaskan tim membawa nama klub pribadi, sekolah, atau klub basket mereka. Dari pertandingan awal, ia melihat banyak pemain potensial untuk mewakili Surabaya dan Jawa Timur.
Grace Evi Ekawati, Ketua Umum Basket Jawa Timur sekaligus Wakil Basket Indonesia Zona Jawa, mengapresiasi inisiatif ini.
“Kompetisi seperti ini sangat membantu kami. Jawa Timur tidak bisa jadi gudang atlet tanpa peran orang tua seperti Cece Monica,” ujarnya.
Grace menambahkan, pihaknya akan melakukan seleksi terbuka untuk persiapan Pra-PON 2027.
“IBL tidak bermain tahun ini, itu membuka kran bagi bibit baru. Kita ingin mengurangi ketergantungan pada naturalisasi dengan pembibitan dari bawah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya good attitude.
“Basket butuh jam terbang dan mental. Tami tetap menjadikan karakter sebagai patokan. Dari basket, kita ciptakan generasi bangsa yang berkarakter,” tutup Grace.
Editor: Redaktur TVRINews
