Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Kawasan wisata Gunung Bromo akan ditutup total di seluruh pintu masuk pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul 15.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk menghormati masyarakat Suku Tengger yang melaksanakan tradisi Megengan Wulan Kapitu.
Penutupan ini berlaku lebih dari 24 jam dan mencakup seluruh akses masuk kawasan, baik dari Probolinggo, Lumajang, Malang, maupun Pasuruan. Berdasarkan pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), penutupan awal Wulan Kapitu berlangsung pada 18 Desember 2025 pukul 15.00 WIB hingga 19 Desember 2025 pukul 23.59 WIB. Kawasan akan kembali dibuka pada 20 Desember 2025 pukul 00.01 WIB.
Selain itu, penutupan juga akan dilakukan pada akhir Wulan Kapitu, yakni mulai 17 Januari 2026 pukul 15.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 23.59 WIB. Kawasan wisata Bromo akan dibuka kembali pada 19 Januari 2026 pukul 00.01 WIB.
Megengan atau Pati Geni Wulan Kapitu merupakan tradisi yang dilaksanakan pada bulan ketujuh dalam kalender Tengger. Pada periode ini, masyarakat Suku Tengger menjalani puasa putih, dengan mengonsumsi makanan alami tanpa bumbu penyedap maupun makanan olahan, serta membatasi berbagai aktivitas.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menjelaskan bahwa Megengan Wulan Kapitu memiliki makna serupa dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian dalam tradisi Hindu.
“Tidak menyalakan lampu, tidak bepergian, tidak bekerja, dan tidak ada hiburan. Penutupan aktivitas wisata ke Gunung Bromo didasari surat pemberitahuan dari Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger dalam rangka pelaksanaan tradisi Megeng atau Pati Geni Wulan Kapitu,” ujar Bambang, Selasa (16/12/2025).
Ia berharap wisatawan dapat menghormati adat dan tradisi masyarakat Suku Tengger, serta kembali berkunjung setelah kawasan wisata dibuka kembali sesuai jadwal.
Sebagai informasi, pihak TNBTS menyampaikan bahwa selama penutupan kawasan Bromo, wisatawan masih dapat berkunjung ke Ranu Regulo serta melakukan pendakian ke Ranu Kumbolo, yang tetap dibuka melalui pintu masuk Malang dan Lumajang.
Editor: Redaksi TVRINews
