Penulis: Sumali
TVRINews, Bojonegoro
Sebanyak sembilan pintu Bendung Gerak di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dibuka seluruhnya.
Pembukaan pintu air ini bertujuan untuk mengontrol daya tampung bendung sebagai upaya pengendalian potensi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
Curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan debit air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus meningkat hingga mencapai elevasi 14,9 meter, yang hampir mendekati level siaga hijau.
Kepala Sub Divisi Operasional Sumber Daya Air Bengawan Solo II Perum Jasa Tirta Satu, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa tinggi muka air Bengawan Solo saat ini mengalami tren kenaikan yang signifikan.
"Berdasarkan data terkini dari Automatic Water Level Recorder (AWLR), alat pengukur muka air otomatis, debit air Bengawan Solo hampir mendekati level siaga hijau, yaitu pada batas 15,21 meter," ucap Agung.
Selain disebabkan oleh curah hujan tinggi di wilayah Bojonegoro, kenaikan debit air ini juga dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu di Wonogiri, Jawa Tengah, yang saat ini sudah berstatus siaga.
"Sebagai upaya antisipasi, kami membuka 9 pintu Bendung Gerak Bojonegoro, masing-masing sedalam 2 hingga 3 meter. Pembukaan pintu air ini akan terus dilakukan hingga debit air di hulu sungai mengalami penurunan," tambah Agung.
Dengan langkah ini, diharapkan operator yang bertugas dapat mengontrol dan mengendalikan potensi banjir, terutama di sepanjang bantaran sungai.
Selain di Bendung Gerak Bojonegoro, upaya serupa juga dilakukan di dua bendung gerak lainnya, yaitu Bendung Gerak Babat di Lamongan dan Bendung Gerak Sembayat di Gresik.
Untuk menghadapi ancaman banjir musim hujan, Perum Jasa Tirta Satu juga telah melakukan sejumlah langkah preventif, termasuk perbaikan dan pengecekan berkala terhadap infrastruktur bendung agar berfungsi normal dan mampu menampung volume air secara maksimal.
Sementara itu, berdasarkan ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari 2025.
Dengan kondisi Bendung Gerak yang dipastikan berfungsi maksimal, diharapkan bendung-bendung tersebut mampu menampung aliran air dari wilayah hulu. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat merasa tenang dan tidak terdampak banjir seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Editor: Redaktur TVRINews
