
87% Pelajar Gunakan AI untuk Tugas, Menkomdigi: Manfaatkan dengan Baik dan Bijak
Penulis: Herdian Giri
TVRINews, Yogyakarta
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa sebanyak 87% pelajar Indonesia telah menggunakan AI untuk mengerjakan tugas sekolah.
Hal itu diungkapkan Meutya Hafid saat mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam acara “Komdigi Menjangkau: Campus, We’re Coming! AI Day: Job Fair and IT Education Fair” di Graha Sabha Pramana, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Bukan keperihatinan, tapi mengingatkan saja kita harus memanfaatkan system kecerdasan ini dengan baik dan bijak” kata Meutya Hafid yang dikutip pada Kamis, 12 Desember 2024.
Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki panduan etika penggunaan AI untuk mengatur pengembangan dan pemanfaatannya. Sebagai negara dengan pengguna AI terbesar ketiga di dunia, Indonesia mencatat angka 1,4 miliar kunjungan ke platform berbasis AI.
Meski demikian, AI diproyeksikan akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan secara global pada tahun 2025, teknologi ini juga diperkirakan akan menciptakan 90 juta pekerjaan baru, terutama di bidang data science dan kolaborasi manusia-AI.
Meutya Hafid menegaskan bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat untuk meningkatkan peran manusia. Sebagaimana, kehadiran AI yang semakin dominan di berbagai sektor diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.
Editor: Redaktur TVRINews
