Penulis: Yuntardi
TVRINews, Lampung
Komisi V DPR RI meminta pengelola Jalan Tol Lampung–Palembang, khususnya ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, untuk menurunkan tarif atau memberikan diskon kepada para pengguna jalan tol. Permintaan tersebut disampaikan menyusul kenaikan tarif tol yang dinilai sangat memberatkan masyarakat, yakni sebesar Rp1.808 per kilometer.
Masalah kenaikan tarif tol tersebut menjadi perhatian serius anggota Komisi V DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Exit Tol Lematang dan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 29 Januari 2026.
Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Lampung, Hanan A. Razak dan Mukhlis Basri, menilai tarif yang diberlakukan pengelola jalan tol saat ini tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Kami meminta pengelola jalan tol menurunkan tarif atau setidaknya memberikan diskon agar tidak memberatkan pengguna,” kata Hanan A. Razak dalam rapat dengar pendapat.
Kondisi tersebut, menurut Komisi V DPR RI, berdampak langsung terhadap lalu lintas di jalan nasional. Sejak tarif tol mengalami kenaikan, jumlah kendaraan terutama truk yang melintas di Jalan Lintas Sumatera meningkat, sementara volume kendaraan yang menggunakan jalan tol justru menurun.
“Ini berpengaruh pada kerusakan jalan nasional dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Mukhlis Basri.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya juga telah menyampaikan keluhan masyarakat terkait tingginya kenaikan tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, kenaikan tarif tersebut sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan pelaku usaha di Lampung.
Di sisi lain, Satuan Pengelola Jalan Tol Wilian menjelaskan bahwa kenaikan tarif tersebut bukan didasarkan pada perhitungan inflasi.
“Kenaikan tarif ini merupakan pelaksanaan kesepakatan yang tertuang dalam dokumen persetujuan usaha yang telah disepakati pada tahun 2023,” kata perwakilan pengelola.
Pihaknya menegaskan hanya menjalankan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya.
Editor: Redaktur TVRINews
