Penulis: Jefri Wahyudi
TVRINews, Bukittinggi
Kerajinan tangan sandal tradisional Khas Minangkabau asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ternyata masih eksis dan tetap beroperasi sampai saat ini, dimana kerajinan tersebut sudah berjalan dari tahun 1985 sampai sekarang.
Kerajinan tangan ini masih digunakan oleh Pemangku Adat seperti Niniak Mamak, Datuak dan Bundo Kanduang di Bukittinggi.
Bahkan penjualan kerajinan tangan sandal tradisional khas Minangkabau sudah mencapai penjualan di Luar Negeri seperti, Malaysia dan Singapura.
Usaha kerajinan yang sudah berjalan selama 38 tahun ini memproduksi tiga jenis sandal untuk Ninik Mamak, Datuak, dan Bundo Kanduang dengan motif yang berbeda- beda juga harga yang juga bervariasi.
“Sebab dalam tradisi Minangkabau memiliki struktur adat seperti adanya Datuak, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan karena itu ukiran, motif sendal juga di buat berbeda karena memiliki maknanya tersendiri,” kata Pengrajin sendal tradisional, Razali, Rabu, 4 Oktober 2023.
Baca juga: Orang Tua Siswa dan Massa Tuntut Guru Pelaku Bullying Di Tindak Tegas
Pasaran harga sendal cukup bervariasi, sandal Bundo Kanduang dimulai dengan harga Rp50.000 hingga Rp80.000 dan untuk Datuak berkisar hingga Rp300.000 per pasangnya.
“Meski sudah sampai ke luar negeri, tetap ada kendala dalam pemasaran karena persaingan penjualan di online. Sebab kami hanya memasarkan tergantung pesanan dari pelanggan yang datang,” lanjut Razali.
Saat ini, omzet tidak menentu karena permintaan yang kian menurun.
“Kami berharap kedepannya pemerintah bisa memperhatikan kondisi pengrajin sandal tradisional sebab usaha tersebut di anggap melestarikan Budaya Minangkabau,” harap Razali.
Editor: Rina Hapsari
