
Penulis: Bilfach Rachma
TVRINews, Yogyakarta
Ramadan selalu menjadi momen peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman. Selain peluang, mereka juga dihadapkan pada tantangan menjaga kualitas produk tanpa menggerus keuntungan.
Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya (UAJY) Theresia Agung, menilai pelaku UMKM perlu mengubah target usaha, bukan lagi semata-mata mengejar omzet, melainkan fokus pada margin keuntungan yang sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan perhitungan harga pokok produksi (HPP) secara cermat, sehingga bisnis tetap berkelanjutan tanpa harus menurunkan kualitas.

“Tentang para pengusaha serta UMKM terutama di bidang makanan dan minuman pada era masa ramadan ini, sebaiknya mereka juga belajar tentang mengelola bisnis itu secara berkelanjutan, tentu tanpa mengurangi kualitas. Juga mereka mulai bisa berhitung berapa HPP nya sehingga yang menjadi target bukan omset tetapi margin, bagaimana bisa mendapat keuntungan tanpa mengurangi kualitas yang diberikan," ujar Theresia, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, konsumen kini semakin selektif dan peka terhadap kualitas produk. Mereka tidak lagi membeli semata-mata karena harga murah, tetapi juga mempertimbangkan rasa, kebersihan, serta nilai yang ditawarkan produk tersebut. Kondisi ini justru menjadi modal baik bagi UMKM yang mampu menjaga standar produknya. Dukungan media sosial juga turut mendorong strategi pemasaran. Sistem open pre-order membantu pelaku UMKM mengelola produksi secara lebih efisien, meminimalkan risiko kerugian dan menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Selain sektor makanan dan minuman, ramadan juga membuka peluang usaha di sektor pakaian, perlengkapan ibadah, hingga produk penunjang perayaan Idulfitri.
Dengan strategi perhitungan yang tepat, inovasi pemasaran, serta komitmen menjaga kualitas, ramadan dapat menjadi momen penguat daya tahan UMKM. Bukan hanya untuk mengejar peningkatan penjualan sesaat, namun sebagai langkah menuju bisnis yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
