
Penulis: Harry Rahmadani
TVRInews, Purwakarta
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan bersama pihak Jasa Marga meninjau langsung kesiapan jalur alternatif Tol Jakarta–Cikampek Selatan II yang direncanakan difungsikan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Peninjauan dilakukan di lokasi proyek tol yang berada di kawasan Sadang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jalur ini diproyeksikan menjadi salah satu alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan di ruas utama Tol Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi jalur utama para pemudik.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jabar menerima penjelasan dari pihak Jasa Marga mengenai perkembangan pembangunan serta kesiapan jalur tol tersebut jika difungsikan secara sementara selama periode mudik Lebaran.
Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan, Tol Jakarta–Cikampek Selatan II memiliki panjang sekitar 52 kilometer yang menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta hingga Setu, Kabupaten Bekasi. Meski demikian, sejumlah titik di jalur tersebut masih dalam tahap penyelesaian konstruksi.
Pembangunan jalur tol ini ditargetkan dapat selesai secara fungsional sebelum 15 Maret, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu kelancaran arus kendaraan selama masa mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Jalur fungsional ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kendaraan yang menuju wilayah timur Pulau Jawa. Dengan demikian, kepadatan kendaraan di jalur utama Tol Jakarta–Cikampek, khususnya di sekitar KM 66 yang kerap menjadi titik kemacetan saat arus balik, dapat berkurang.
Rencananya, pembukaan jalur Tol Japek Selatan II akan dilakukan secara situasional, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Namun demikian, jalur ini juga berpotensi digunakan untuk membantu mengurai kepadatan selama arus mudik.
Selain memastikan kesiapan jalur tol, kepolisian juga menyiapkan sejumlah strategi pengamanan untuk menghadapi periode mudik Lebaran di wilayah Jawa Barat.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan mengatakan pengamanan mudik tahun ini difokuskan pada sejumlah klaster utama.
“Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Barat akan kami fokuskan pada lima klaster utama, yaitu jalur tol, jalan arteri khususnya jalur Pantura dan jalur selatan, kawasan tempat wisata, tempat ibadah, serta titik penyebrangan transportasi seperti bandara dan pelabuhan.” ungkap Irjen Pol Rudi Setiawan.
Dengan keberadaan jalur alternatif Tol Jakarta–Cikampek Selatan II serta strategi pengamanan yang telah disiapkan, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Barat dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan tertib.
Editor: Redaktur TVRINews
