
Penulis: Setya Budi
TVRINews Yogyakarta
Upaya peningkatan layanan air bersih di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukkan hasil. Pompa booster yang dibangun oleh PDAM Tirta Handayani pada Oktober 2025 kini telah beroperasi dan mulai menyalurkan air ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami kesulitan air.
Infrastruktur tersebut berdiri di kawasan dataran tinggi Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari. Keberadaannya menjadi kunci dalam memperkuat tekanan aliran air, sehingga distribusi air bersih mampu menjangkau daerah-daerah terpencil, khususnya di Kapanewon Panggang.
Dengan tambahan tekanan dari pompa booster, air kini dapat mengalir lebih lancar melalui jaringan pipa yang sebelumnya sudah terpasang namun belum berfungsi optimal. Dampaknya langsung dirasakan oleh warga Padukuhan Pijenan dan Jeruken di Kalurahan Girisekar.
Setelah menunggu hampir 25 tahun, warga di dua padukuhan tersebut akhirnya bisa menikmati aliran air dari PDAM. Selama ini, jaringan pipa yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan air secara memadai.
Kini, distribusi air tidak hanya menjangkau lebih luas, tetapi juga menghadirkan volume yang lebih besar.
Kondisi ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada pasokan air dari truk tangki swasta yang selama musim kemarau menjadi satu-satunya sumber air, dengan biaya yang tidak sedikit.
“Ya, selain bisa untuk kebutuhan rumah tangga, sudah ada upaya untuk skala kecil tanam sayuran. Satu keluarga untuk satu musim kemarau rata-rata membutuhkan air 4–8 tangki,” ujar Badari salah satu warga pada Selasa, 7 April 2026
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong agar perluasan layanan ini terus berlanjut. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan harapannya agar jaringan baru dapat menjangkau wilayah lain yang juga mengalami kesulitan air, seperti di Kapanewon Purwosari.
Tak hanya itu, pemerintah bersama PDAM juga berencana meninjau potensi sumber air baru di muara Sungai Pantai Baron sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat pasokan air bersih.
“Kami juga berpikir nanti adanya mekanisme subsidi untuk pemasangan pipa, termasuk tadi Kepala PU menyampaikan di tahun 2027 juga ada paket untuk 40 SR, maka akan diberikan kepada Jeruken dan Pijenan,” ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Dengan beroperasinya pompa booster di kawasan Padukuhan Cekel, diharapkan semakin banyak warga yang dapat menikmati layanan air bersih.
Saat ini, di Padukuhan Jeruken dan Pijenan tercatat sudah ada 28 sambungan rumah yang mulai teraliri air PDAM, dan jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah seiring pengembangan jaringan ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews
