Penulis: Thomy Mirulewan
TVRInews, Maumere
Perbukitan tanjung Kajuwulu sebagai destinasi wisata yang menghadirkan pemandangan indah bagi setiap pengunjung yang hendak menikmati indahnya pegunungan di sekitar dan lepas pantai indah yang dihiasi gulungan ombak.
Pemandangan ini memanjakan mata setiap pengunjung yang hendak menikmati keindahan alam di lokasi wisata tanjung kajuwulu.
Berada di Desa Magepanda, Kabupaten Sikka, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) lokasi wisata tanjung Kajuwulu menjadi salah satu tujuan wisata bagi warga Sikka termasuk pelancong wisata yang hendak berkunjung ke kota Maumere baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Berada di wilayah utara Flores atau arah barat kota maumere, untuk mencapai lokasi wisata Kajuwulu, harus menempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh 20 hingga 30 menit tanpa hambatan apapun.
Akses jalan ke lokasi ini juga sangat memadai atau jalan kondisi aspal hotmix hingga di lokasi Kajuwulu.
Meski berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Maumere, lokasi ini cukup mendapat perhatian dari warga lokal yang ingin menjadikan lokasi ini sebagai spot foto mulai dari foto wisata hingga foto prewedding.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko mengatakan, untuk mendukung lokasi wisata Kajuwulu menjadi tujuan wisata bagi masyarakat, Pemerintah Daerah menyiapkan sejumlah fasilitas di lokasi tersebut.
“Disana pemerintah sudah bangun fasilitas yang baik seperti lopo, tempat spot foto dan fasilitas sosial lainnya termasuk air bersih bahkan ada juga restoran yang dapat memberikan layanan kuliner bagi pengunjung,” ujarnya kepada tvrinews.com pada Sabtu, 9 Maret 2024
Menurutnya, selain objek wisata Kajuwulu juga terdapat sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Sikka yang patut menjadi tujuan wisata bagi para pelancong yang hendak berada di flores seperti, pantai koka dan lokasi kerajinan tenun ikat Lepo Lorun serta lokasi wisata lainnya yang ada di Sikka.
“Memang kita miliki banyak lokasi wisata tetapi masih butuh sentuhan yang lebih baik lagi dari pemerintah karena banyak yang pengelolaannya oleh masyarakat Desa dan menimbulkan sejumlah persoalan yang terkadang menjadi penghambat jumlah kunjungan dan ini harus ditata kembali,” katanya.
Editor: Redaktur TVRINews
