
Penulis: Mulyo Widodo
TVRINews, Babel
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bangka Belitung bersama sejumlah instansi terkait menggelar kegiatan berbagi pengetahuan (sharing knowledge) untuk memperkuat pengawasan dan edukasi masyarakat terkait penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) dan Virus Nipah (NiV).
Kegiatan ini melibatkan Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina Kesehatan, Kepolisian, serta pemerintah daerah. Pertemuan tersebut menegaskan kesiapan Bangka Belitung dalam melakukan kewaspadaan dini melalui penyebaran informasi edukatif kepada masyarakat.
Kepala BKHIT Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan pengawasan juga dilakukan secara bersama di wilayah perbatasan melalui sistem terintegrasi All Indonesia, mencakup jalur darat, laut, dan udara.
“Bangka Belitung sudah siap melakukan kewaspadaan dini dan memberikan informasi edukatif terkait pencegahan penyakit Nipah dan PPR. Pengawasan dilakukan secara ketat di border, pelabuhan udara, laut, penyeberangan, dan pos yang ada, dengan memperkuat biosecurity agar virus tidak menyebar ke populasi ternak,” jelas Herwintarti.
Menurutnya, lalu lintas ternak di Bangka Belitung cukup tinggi seiring tingginya kebutuhan protein hewani masyarakat dari ruminansia kecil maupun besar.
Oleh karena itu, sinergi antarinstansi menjadi langkah penting menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Upaya ini diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan, dan Hari Raya Idulfitri, saat permintaan konsumsi protein hewani meningkat.
Editor: Redaktur TVRINews
