
Penulis: Azizah
TVRINews, Maros
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menghadiri panen raya di Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026).
Selain mengikuti kegiatan panen, ia juga meninjau langsung hasil produksi petani yang dinilai cukup menggembirakan. Rizal Ramdhani menyebut, produktivitas pertanian di Desa Bontotallasa tergolong baik. Dalam satu hektare lahan, petani mampu menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah kering panen.
“Sulawesi Selatan mampu mencapai target yang telah ditetapkan karena provinsi ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional, dan menempati peringkat nomor dua setelah Pulau Jawa,” ujarnya.
Tahun ini, Bulog menargetkan pengadaan gabah setara beras sebanyak 4 juta ton secara nasional. Target tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya swasembada pangan dalam empat tahun ke depan.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan, target pengadaan gabah setara beras ditetapkan sebesar 697 ribu ton. Rizal optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan produktivitas petani yang stabil serta intervensi kebijakan pemerintah pusat.
“Kanwil Bulog Sulselbar ditargetkan 697 ribu ton, tapi menurut saya itu sedikit. Kalau bisa menjadi 700 ribu ton, dan saya yakin pasti bisa,” tambahnya.
Saat ini, harga gabah kering panen di tingkat petani berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga memperkuat dukungan melalui penambahan 100 unit gudang Bulog di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan kapasitas penyimpanan.
Bulog memastikan ketahanan stok beras tahun 2025 tetap aman. Dari total cadangan, sebanyak 1,5 juta ton dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sementara 2 juta ton lainnya disiapkan untuk kebutuhan komersial.
Selain itu, sesuai instruksi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog juga akan melakukan ekspor beras ke sejumlah negara pada tahun ini.
Pemerintah optimistis upaya tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Editor: Redaksi TVRINews
