Penulis: Thomy Mirulewan
TVRINews, TTS
Bendungan Temef di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang telah selesai dibangun akan menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya masyarakat TTS pada umumnya.
Pekerjaan pembangunan bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dibangun sejak tahun 2018 atau enam tahun silam kini telah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan tinggal diresmikan dimulainya proses pengisian air oleh Pemerintah Pusat.
Bendungan yang menghabiskan dana Rp2.7 miliar itu dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana yang dibangun dengan kualitas tinggi.
Untuk operasional bendungan sesuai dengan fungsi dalam perencanaan, bendungan juga dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana pendukung pariwisata seperti, lopo, taman bermain dan sarana pendukung lainnya.
“Sesuai dengan desain yang ada Bendungan Temef itu memiliki fungsi ganda, selain sebagai pendukung air baku dan air irigasi serta pembangkit listrik, bendungan ini juga didesain untuk menjadi tempat wisata bagi masyarakat NTT terutama mereka di Kabupaten TTS pada umumnya,” ungkap Tri, pelaksana PT. Waskita Karya yang ditemui di lokasi Bendungan Temef pada Selasa, 14 Mei 2024.
Menurutnya, pekerjaan fisik bendungan saat ini telah selesai dikerjakan dan kini tinggal pekerjaan penataan fasilitas pendukung yang ada di lokasi bendungan.
“Pekerjaan bendungan sudah selesai semua, saat ini sedang dilakukan penataan taman dan pekerjaan akhir pendukung sarana wisata.” katanya.
Karena sebagai lokasi wisata maka, pihaknya sebagai kontraktor pelaksana tetap mengutamakan sarana keselamatan pengunjung jika nanti bendungan ini telah beroperasi dan menjadi tujuan wisata bagi masyarakat.
“Semua bangunan baik untuk jalan masuk, lopo, pagar pembatas dan lainnya kit bangun dengan kosntruksi yang sangat kuat, karena ini adalah areal berbahaya yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pengunjung," jelas Tri.
Terpisah Kepala Desa Oenino Yedid TH. Nenobais merasa bersyukur karena bendungan Temef dibangun lengkap dengan sarana pendukung pariwisata yang sangat baik.
“Sebagai Kepala Desa tentu berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara yang telah memberikan kepada kami aset pariwisata yang sangat bagus dan ini akan kami optimalkan pengelolaannya oleh Desa melalui Badan Usaha Desa (Bumdes) Oenino,” katanya.
Dikatakan, untuk mengelola lokasi wisata Temef tentu membutuhkan dukungan sarana seperti Kantor Desa.
“Kantor desa kami sudah sangat buruk dan karena itu kami memohon kepada Balai Sungai agar membantu kami salah satu gedung kantor proyek yang dipakai oleh kontraktor saat proyek berlangsung,” terang Kades Yedid.
Untuk diketahui bendungan Temef memiliki luas genangan lebih dari 5.000 hektar dengan daya tampung 45 juta kubik air.
Editor: Rina Hapsari
