
Kementerian PU Pastikan Keamanan Bangunan Pesantren di Jawa Timur
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Sidoarjo
Menyusul insiden ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bergerak cepat melakukan pengecekan keandalan bangunan di dua pondok pesantren besar di Jawa Timur, yakni Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, dan Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa jajarannya siap mendukung upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan dan ketahanan bangunan lembaga pendidikan keagamaan.
“Tim teknis kami dari Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga kami bisa segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujar Dody.
Sebagai tindak lanjut, Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, turun langsung meninjau dua pondok tersebut pada Jumat (10/10/2025). Ia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung Presiden yang disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) dan Menteri PU.
“Kami diminta untuk memastikan kondisi bangunan pondok pesantren tetap aman dan memenuhi standar teknis, termasuk meninjau bangunan tambahan yang tengah dibangun,” jelas Dewi.
Di Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, yang berdiri sejak tahun 1917 dan kini menampung lebih dari 4.500 santri, tim melakukan evaluasi terhadap bangunan asrama dan fasilitas sanitasi.
Saat ini, pondok tersebut juga sedang membangun fasilitas sanitasi LPK yang mencakup MCK enam bilik, tempat wudhu, area cuci tangan, instalasi pengolahan air limbah domestik (IPALD), serta menara air. Pekerjaan dilakukan dengan metode swakelola tipe IV melalui perjanjian kerja sama pada periode 1 Oktober–30 Desember 2025 dengan nilai anggaran Rp250 juta.
Sementara itu di Ponpes Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang memiliki sekitar 52 ribu santri, tim meninjau proyek pembangunan gedung madrasah putra empat lantai, ruang serbaguna, kamar mandi, dan penginapan santri.
“Secara umum perencanaan di Ponpes Lirboyo sudah baik, namun kami memberikan beberapa rekomendasi penguatan, terutama pada struktur dinding agar lebih kokoh,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, Kementerian PU juga akan membuka program pelatihan bagi para santri yang tertarik di bidang konstruksi. Melalui pelatihan tersebut, para santri dapat memperoleh sertifikat kompetensi resmi yang memungkinkan mereka berkontribusi secara profesional di sektor pembangunan.
“Kami ingin membekali para santri dengan keterampilan teknis yang diakui secara legal, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi juga bisa menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri,” tutup Dewi.
Editor: Redaksi TVRINews
