Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi AWS, Dinilai Konsisten Cetak Kaderisasi Pendidik dan Jurnalis

Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Komitmen menjaga regenerasi pendidik dan jurnalis dinilai menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Pola kaderisasi yang melibatkan alumni sebagai pengajar muda hingga dosen dinilai mampu memperkuat budaya akademik sekaligus melatih kepemimpinan sejak dini.
Apresiasi terhadap model tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menghadiri kegiatan Puasa Digital bersama akademisi, mahasiswa STIKOSA AWS, serta siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2. Ia menilai Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS) konsisten menjaga keberlangsungan kaderisasi dan budaya berkarya, baik di tingkat kampus maupun sekolah menengah.
“Senang sekali pada kesempatan kali ini kita bertemu dengan adik-adik mahasiswa dari STIKOSA AWS, juga ada dari siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2,” kata Ning Lia pada Kamis, 26 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Ning Lia mengaku kagum dengan upaya keberlangsungan Yayasan STIKOSA AWS dalam mencetak pendidik dan jurnalis di Indonesia.
“Kita bener-bener jadi saksi betapa mereka ini apa ya, melakukan sebuah keberlangsungan generasinya keren banget. Jadi kadang akan dipilih siswa yang paling pinter itu nanti, atau berkarya, itu nanti akan dijadikan sebagai guru yang mengabdi. Jadi alumni yang mengabdi sebagai guru buat adik-adik juniornya. Itu keren banget,” kata Ning Lia, yang juga keponakan mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Menurutnya, regenerasi pendidikan dan kepemimpinan dilakukan secara disiplin baik di lingkungan sekolah maupun kampus.
“Di sekolah, di kampus juga sama. Jadi dipilih mahasiswa yang berprestasi untuk kemudian ditunjuk sebagai dosen muda untuk menjadi pengajar buat para adik juniornya. Jadi bener-bener yang dilatih sebagai seorang tenaga pendidik dan juga seorang leader secara otomatis,” ujar politisi Jawa Timur tersebut.
Menurut Ning Lia, pola kaderisasi yang melibatkan alumni sebagai tenaga pendidik menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter kepemimpinan sejak dini. Bagi putri KH Maskur Hasyim itu, sistem tersebut dapat memperkuat kompetensi akademik dan membentuk jiwa pengabdian serta tanggung jawab sosial. Dengan demikian, proses regenerasi berjalan secara alami dan berkelanjutan.
“Model keberlangsungan ini dinilai menjadi kekuatan Yayasan AWS dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga siap menjadi pendidik dan pemimpin di lingkungannya. Dukungan terhadap sistem kaderisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi dan pengabdian di Jawa Timur,” tutup Ning Lia.
Editor: Redaksi TVRINews
