
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi modern berbasis komunitas. Salah satu yang kini siap beroperasi adalah Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kutisari, Kota Surabaya.
Koperasi ini dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi dengan konsep terintegrasi. Tidak hanya menghadirkan gerai sembako, fasilitas tersebut juga dilengkapi gudang penyimpanan, apotek, hingga klinik layanan kesehatan.

Tak hanya itu, seluruh infrastruktur telah rampung dan siap difungsikan sebagai bagian dari program prioritas nasional penguatan ekonomi dari tingkat bawah.
Peninjauan akhir sebelum proses serah terima dilakukan oleh Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia, Tandyo Budi Revita, didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Rabu, 18 Februari 2026 hari ini.
Tandyo menegaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk menata ribuan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
“Ini bagian dari program nasional kita menata 1.135 KDKMP di seluruh Indonesia yang sudah terbangun 100 persen,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Menurutnya, keberadaan koperasi modern ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Warga dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sementara petani memiliki jalur distribusi yang lebih singkat dan efisien.
Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih Kutisari terletak pada dukungan armada logistik. Koperasi ini dilengkapi kendaraan operasional berupa truk, pikap roda empat, serta kendaraan roda tiga untuk distribusi barang.

“Kita tadi bisa lihat fasilitas di KDKMP ini lengkap dengan kendaraan roda empat, ada truk dan juga kaisar roda tiga. Ini milik rakyat sehingga bisa menggerakkan ekonomi di tingkat bawah,” tambahnya.
Dengan adanya armada tersebut, koperasi dapat menjemput hasil panen langsung dari petani maupun memasok kebutuhan dari distributor tanpa melalui rantai perantara yang panjang. Skema ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik sekaligus menjaga stabilitas harga.
Sementara itu, Emil menilai pengembangan koperasi di Surabaya dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain. Ia menyebut progres pembangunan koperasi merah putih di Jawa Timur menunjukkan capaian signifikan.
“Yang sudah terbangun penuh hampir 400 titik, dan ribuan lokasi juga masih dalam proses. Yang di Surabaya ini menjadi modul, sehingga di mana pun lokasinya akan memiliki konsep serupa dengan memanfaatkan lahan sekitar 1.000 meter persegi,” katanya.
Emil juga menekankan bahwa koperasi ini tidak semata berfungsi sebagai pusat ritel. Kehadiran klinik kesehatan menjadikannya sebagai ruang aktivitas sosial masyarakat.
“Tidak hanya toko sembako dan apotek, tetapi juga ada klinik untuk pelayanan. Ini menjadi pusat kegiatan warga,” ujarnya.
Ia optimistis konsep tersebut mampu menekan ongkos distribusi, sehingga petani memperoleh harga jual lebih layak dan konsumen mendapatkan produk berkualitas dengan harga bersaing.
Di sisi lain, aspek pengelolaan menjadi perhatian penting. Tandyo menegaskan perlunya pelatihan manajemen bagi para pengurus agar koperasi berjalan profesional dan berkelanjutan. Secara nasional, percepatan pembangunan terus dilakukan dengan target puluhan ribu unit KDKMP dapat terbangun pada Agustus 2026.
Dengan kesiapan fasilitas dan dukungan lintas sektor, Koperasi Merah Putih Kutisari diharapkan menjadi tonggak penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Editor: Redaksi TVRINews
