
Pemkab Malaka Dorong Pusat Kelola Tambak Garam Weoe
Penulis: Thomy Mirulewan
TVRINews, Malaka
Pemerintah Kabupaten Malaka, NTT, mendorong pengelolaan tambak garam Weoe di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, dialihkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tambak garam seluas 300 hektare ini berhenti beroperasi sejak PT Inti Daya Kencana (anak perusahaan Rodamas Group) menghentikan produksinya.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malaka, Yan Tae Seran, mengatakan penghentian operasi tersebut mengejutkan Pemkab karena kontrak perusahaan baru saja diperpanjang hingga 20 tahun ke depan.
“Kita juga kaget kalau semua kegiatan produksi telah dihentikan total oleh perusahaan di lokasi tambak garam ini, karena sesuai data perusahaan baru saja memperpanjang kontrak 20 tahun pada tahun 2024 lalu tetapi malah perusahaan tidak berproduksi lagi bahkan semua aktivitas di lokasi tambak dihentikan semua,” ujar Yan Tae Seran, Sabtu, 31 Mei 2025.
Yan menjelaskan tambak garam ini sebelumnya menjadi sumber pendapatan warga setempat. Warga lokal bekerja sebagai tenaga harian maupun karyawan pabrik dengan penghasilan lumayan. Namun, setelah perusahaan menghentikan operasi, kehidupan ekonomi warga terdampak.
"Awalnya semua berjalan baik tetapi terjadi gejolak internal di lokasi tambak itu pada saat manajemen menarik para pekerja ini dan menggantinya dengan pekerja yang tidak memiliki kemampuan secara teknis untuk mengelola tambak itu sehingga mendapat protes dari warga setempat, dari gejolak lokal itu berdampak pada pengoperasian tambak yang berakibat pada penghentian operasional oleh manajemen,” jelas Yan.
Ia menambahkan penghentian ini merugikan warga, termasuk pemilik lahan yang telah menyerahkan lahannya untuk tambak garam.
"Hal tersebut sangat berdampak terhadap kehidupan ekonomi warga lokal sebagai pekerja tambak terutama masyarakat pemilik lahan yang sudah menyerahkan lahannya sebagai lokasi tambak yang tentu tidak bisa dikelola lagi oleh warga secara swadaya,” katanya.
Untuk menyelamatkan potensi tambak, Pemkab Malaka berkoordinasi dengan KKP agar tambak garam Weoe dikelola langsung oleh pusat.
“Salah satu langkah yang diambil pemerintah daerah Malaka adalah berkoordinasi dengan pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengelola tambak itu dan sudah ada respon positif dari pusat yang dilanjutkan dengan kunjungan dari Direktur Bahari dan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan langsung ke lokasi tambak pada beberapa bulan lalu,” ucap Yan.
Yan memastikan Pemkab Malaka segera menindaklanjuti agar tambak garam Weoe tidak rusak dan mubazir akibat tak dioperasikan.
Editor: Redaktur TVRINews
