
Foto: Ilustrasi longsor (TVRINews/Hari Sukemi)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Mandailing Natal
Memasuki arus balik mudik libur Lebaran Idul Fitri 2025, para pemudik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Jembatan Merah Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Pasalnya, tebing badan jalan di kawasan tersebut rawan longsor, dan beberapa bagian jalan rusak parah. Bahkan, jembatan yang ada terancam ambruk, membahayakan pengendara yang melintas.
Di jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Panyabungan Selatan hingga Kecamatan Lingga Bayu, terdapat beberapa titik rawan kecelakaan.
Kondisi jalan yang banyak ditemukan berlubang, tanah longsor, dan jembatan yang terancam ambruk menjadi faktor risiko utama.
Salah satunya adalah jembatan Si Kembar di Kelurahan Tanobato. Salah satu jembatan di sana bahkan sudah miring ke arah jurang sedalam sepuluh meter, yang tentu saja membahayakan pengguna jalan.
“Hal ini membuat pengendara yang hendak melintas dari arah yang berlawanan harus bergantian melewati jembatan tersebut karena dikhawatirkan salah satu jembatan bisa ambruk,” kata salah seorang petugas yang bertugas di wilayah tersebut.
Selain itu, banyak ditemukan material longsoran yang belum dibersihkan dari badan jalan, sehingga semakin mempersempit jalan dan membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Kondisi jalan provinsi yang rusak ini memang sangat membahayakan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalur Jembatan Merah Lingga Bayu.
Meskipun jalur ini merupakan salah satu akses tercepat penghubung antara delapan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, pengendara harus ekstra waspada.
Pihak berwenang mengimbau agar pemudik yang melintas di jalur tersebut selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi jalan, serta mematuhi petunjuk dan peringatan yang ada demi keselamatan bersama.
Editor: Redaktur TVRINews
