Penulis: Canda Adisurya
TVRINews, Kediri
Berbekal kreativitas, barang sisa atau limbah yang terbuang bisa mendatangkan keuntungan, seperti yang dilakukan seorang pemuda di Tulungagung, sisa potongan kayu limbah mebel diubah menjadi miniatur truk yang satu unitnya bisa laku terjual hingga jutaan rupiah.
Dengan memanfaatkan potongan-potongan kayu jati sisa mebel, Saiful Fuad, warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung membuat kerajinan miniatur truk.
Berkat sentuhan tangan kreatifnya tersebut, limbah mebel yang biasanya hanya dipakai untuk kayu bakar bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Fuad mulai membuat kerajinan ini sejak 2019 lalu dan belajar membuat miniatur truk dari kayu secara otodidak.
Dalam 1 bulan Fuad bisa menerima pesanan sebanyak 10 unit miniatur truk. Menurut Fuad, yang paling sulit dalam pembuatan miniatur truk adalah membuat aksesoris pada kabin kendaraan.
Untuk menyelesaikan 1 unit miniatur truk rata-rata dibutuhkan waktu selama 1 minggu hingga 1 bulan tergantung besar kecilnya ukuran miniatur.
Dalam pemasarannya, Fuad mempromosikannya melalui media sosial. Saat ini pesanan justru banyak berdatangan dari luar kota diantaranya Surabaya, Semarang dan Madura, bahkan ada juga pesanan yang datang dari luar pulau Jawa seperti dari Kalimantan dan Sumatera.
Saat ini berbagai macam ukuran miniatur truk dan tergantung pesanan yang dibuat Fuad. Kebanyakan pemesan memilih ukuran panjang 60, 70, 80 dan 90 sentimeter.
Miniatur truk jadi yang sudah dicat lengkap dengan stiker berdesain bebas dijual dengan kisaran harga antara 2 juta 50 ribu Rupiah hingga 2 juta 350 ribu Rupiah.
Sementara harga miniatur truk jadi polosan lebih murah yakni antara 650 ribu Rupiah hingga 950 ribu Rupiah per unitnya.
Editor: Redaktur TVRINews
