
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Garut
Kapolsek Kadungora, Alit Kadarusman, menyampaikan bahwa arus balik Lebaran di Jalan Arteri Kadungora, Kabupaten Garut, mulai mengalami peningkatan dan kepadatan kendaraan.
Menurutnya, peningkatan arus balik sudah terlihat karena sebagian masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), akan kembali bekerja mulai 25 Maret, sehingga terjadi lonjakan kendaraan dari berbagai arah menuju Bandung dan sekitarnya.
“Untuk arus balik di Jalan Arteri, khususnya Jalan Kadungora Kabupaten Garut, memang sudah terjadi peningkatan arus balik. Sehingga terjadi kepadatan dari berbagai jalur, dan saat ini kami melaksanakan rekayasa lalu lintas dengan sistem CBCB,”ujar Alit dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jawa Barat, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dibandingkan tahun lalu, arus balik tahun ini mengalami peningkatan volume kendaraan. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah kendaraan yang melintas sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Kendaraan yang paling mendominasi arus balik di jalur tersebut adalah kendaraan roda dua dibandingkan kendaraan roda empat.
Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem CBCB one way penggal dari Garut menuju Bandung. Titik penahanan kendaraan atau pending berada di perbatasan Nagreg, Kabupaten Bandung, dengan koordinasi bersama jajaran Polresta Bandung.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa titik kepadatan terjadi mulai dari kawasan perkotaan, Pospam Kubang, pospam dalam kota, hingga Pospam Kadungora.
Kepadatan terjadi karena adanya pertemuan arus kendaraan dari wilayah selatan seperti kawasan wisata pantai, serta arus kendaraan dari arah Tasikmalaya dan Singaparna yang bertemu di wilayah Garut.
Untuk pengamanan arus balik, sebanyak 47 personel disiagakan di Pospam Kadungora dan disebar di sejumlah titik, termasuk di pos pengamanan objek wisata, stasiun, dan jalur arteri yang menjadi titik kepadatan kendaraan.
Kapolsek mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan.
“Apabila dalam kondisi lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan mengemudi. Lebih baik beristirahat di rest area atau tempat yang aman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”jelasnya.
Terkait kecelakaan selama arus balik tahun ini, pihak kepolisian mencatat terjadi penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya seperti pemasangan rambu lalu lintas, rambu penunjuk arah, serta penempatan personel di titik-titik rawan kecelakaan dan kepadatan lalu lintas.
Editor: Redaksi TVRINews
