
Harga Plastik Naik, UMKM dan Pedagang Terimbas
Penulis: Putri Permatasari
TVRINews, Karimun
Kenaikan harga bahan plastik mulai dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang mengandalkan plastik untuk mengemas produk.
Naiknya harga plastik saat ini sangat berdampak bagi pelaku UMKM yang bergantung pada kemasan plastik. Kondisi ini juga dirasakan oleh pedagang plastik atau grosir yang harus menyesuaikan harga jual, dengan kenaikan mencapai sekitar 15 persen.
Pedagang toko plastik, Dedi, mengatakan kenaikan tersebut turut mempengaruhi penjualan berbagai produk berbahan plastik.
“Kenaikan ini kami rasakan langsung, dan kami harus menyesuaikan harga. Bahkan kenaikannya bisa sampai 15 persen,” ujar Dedi pada Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah karpet plastik yang sebelumnya dijual Rp100 ribu, kini menjadi Rp120 ribu.
Dedi juga mengaku dengan kondisi harga yang melambung, pihaknya tidak berani menambah stok barang dan hanya menghabiskan stok yang ada saat ini.
“Dengan harga yang tinggi dan pembeli yang sepi, kami tidak berani menambah stok karena takut barang tidak terjual,” tambahnya.
Kenaikan harga plastik ini diketahui telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang plastik, tetapi juga sangat mempengaruhi pelaku usaha kecil yang menggunakan plastik sebagai kemasan makanan dan minuman.
Sementara itu, seorang pedagang gorengan, Wandi, mengaku turut merasakan dampak dari kenaikan harga plastik.
“Plastik sudah menjadi kebutuhan wajib dalam usaha saya selama 15 tahun, jadi kenaikan ini sangat terasa,” kata Wandi.
Meski terjadi kenaikan harga plastik, para pelaku usaha saat ini masih bertahan dengan harga jual yang belum mengalami perubahan.
Editor: Redaksi TVRINews
