
Penulis: Frans Reza
TVRINews, Palembang
Antusiasme pecinta sepak bola di Kota Palembang dan sejumlah daerah di Sumatera Selatan kian meningkat menjelang digelarnya turnamen Piala Dunia. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini menjadi momen yang dinantikan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terlebih seluruh pertandingan dapat disaksikan secara gratis melalui siaran TVRI.
Sepak bola hingga kini masih menjadi olahraga sekaligus tontonan favorit masyarakat Indonesia. Hal tersebut terlihat dari banyaknya sekolah sepak bola yang terus tumbuh di Palembang sebagai wadah pembinaan usia dini. Selain aktif bermain, para penggemar juga memiliki minat besar untuk menyaksikan pertandingan pemain-pemain kelas dunia, khususnya yang berlaga di kompetisi Eropa.
Namun, keterbatasan akses siaran sepak bola internasional kerap menjadi kendala karena sebagian besar tayangan liga top Eropa hanya dapat dinikmati melalui layanan berbayar. Kondisi ini membuat kehadiran TVRI sebagai official TV broadcast Piala Dunia 2026 disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat.

Pelatih sepak bola putri di Palembang, Justo, mengaku menyambut positif penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia. Menurutnya, siaran gratis tersebut memberi manfaat besar, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sarana pembelajaran bagi pelatih dan atlet muda.
“Menonton pertandingan Piala Dunia itu bukan sekadar hiburan. Dari sana kita bisa belajar strategi, pola permainan, sampai perkembangan skill sepak bola modern yang diterapkan pemain kelas dunia,” kata Justo saat ditemui, Senin 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, momentum Piala Dunia juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai penting kepada para atlet muda.
“Nilai konsistensi, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah bisa ditanamkan melalui sepak bola. Ini fondasi penting agar atlet tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga matang secara mental,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Askia Soccer School Palembang, Kemas Arufhikar Amin, menilai Piala Dunia dapat menjadi pemicu semangat anak-anak untuk lebih serius menekuni sepak bola.
“Anak-anak biasanya lebih termotivasi setelah menonton pemain idola mereka di Piala Dunia. Ini momen yang sangat baik untuk pembinaan, asalkan didukung dengan latihan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak serta akses siaran yang mudah dijangkau masyarakat, Piala Dunia mampu melahirkan generasi pesepak bola berbakat di Indonesia, khususnya dari Sumatera Selatan.
“Kalau pembinaan berjalan konsisten dan didukung semua pihak, bukan tidak mungkin ke depan akan lahir pemain nasional dari daerah,” tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews
