Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Tengah
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mengkritik sebagian masyarakat di Pulau Sumba yang menyebut diri mereka kaum bangsawan, padahal tidak memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi di berbagai sektor di daerah tersebut.
Dalam acara peresmian gedung Kantor Bank NTT Cabang Waibakul di Sumba Tengah pada Jumat (25/8/2023), Gubernur Viktor mengungkapkan apresiasinya terhadap kaum bangsawan terdahulu yang telah berjasa dalam pembangunan Sumba. Namun, ia mencatat bahwa dalam beberapa waktu terakhir, banyak orang yang mengklaim status bangsawan tanpa memiliki dampak positif yang nyata pada masyarakat.
Viktor menegaskan bahwa sebutan "kaum bangsawan" seharusnya merujuk pada individu yang menjadi panutan, memiliki intelektualitas yang baik, serta terlibat dalam pembangunan dan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak. Ia menyoroti bahwa tidak cukup hanya mengklaim keturunan bangsawan tanpa memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya.
Gubernur Viktor menganggap tindakan ini sebagai hal yang memalukan bagi warisan nenek moyang. Meski menyadari bahwa pernyataannya mungkin kontroversial, ia berpendapat bahwa perubahan mindset masyarakat, terutama di Sumba, perlu dilakukan.
“Harusnya jika menyebut diri kaum bangsawan tentu mereka harus bisa menjadi panutan, punya intelektual yang baik, peka terhadap lingkungan sekitar dan harus bisa memberi kontribusi, terlibat serta berkolaborasi bersama Pemerintah dan berbagai pihak untuk bekerja dan dapat menghidupi masyarakat banyak,” jelasnya.
Selain menegur klaim bangsawan yang minim kontribusi, Viktor juga mengajak semua pihak di NTT untuk bersama-sama membangun daerah dan meninggalkan sikap feodalistik yang bisa merusak. Ia mengusulkan agar masyarakat memiliki kepekaan dalam mengelola potensi daerah, sehingga Sumba dapat berkembang melalui potensi yang dimilikinya dan menjadi lebih maju di masa depan.
Baca Juga : Menpora Dito Tunjuk Angela Tanoesoedibjo Sebagai CdM Asian Para Games 2023 Hangzhou
Editor: Redaktur TVRINews
