
Penulis: Sela Agustika
TVRINews-Koba,Bangka Tengah
Dinas Pertanian menyalurkan stimulan produksi bagi kelompok tani wanita guna memperkuat kemandirian pangan rumah tangga dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, melalui Dinas Pertanian, terus mengintensifkan program pemanfaatan lahan pekarangan berkelanjutan.
Langkah strategis ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat keluarga, khususnya pada komoditas hortikultura.
Program yang telah berjalan sejak tahun 2023 tersebut bertujuan mentransformasi lahan tidur menjadi area produktif.
Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menekan laju inflasi daerah melalui penguatan sektor pertanian skala mikro.
Stimulan Produksi dan Perluasan Program
Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sarana produksi (saprodi) secara rutin. Bantuan tersebut meliputi bibit sayuran, pupuk kompos, mulsa, hingga kapur pertanian yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tanam di lahan terbatas.

Kepala Dinas Pertanian Bangka Tengah, Dian Akbarini, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, wilayahnya mendapatkan dukungan signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Program Pekarangan Bergizi (P2B).
"Kami secara konsisten memberikan stimulan kepada petani, termasuk bantuan mulsa dan kompos. Pada tahun 2025, melalui dana APBN, Bangka Tengah melaksanakan program P2B yang difokuskan pada budidaya cabai," ujar Dian dalam keterangannya Senin 19 Januari 2026.
Ia merinci bahwa sedikitnya 15 kelompok wanita tani di Kecamatan Lubuk Besar telah menerima manfaat dari program tersebut. Fokus pada komoditas cabai dipilih mengingat peran strategis tanaman ini dalam struktur konsumsi masyarakat dan pengaruhnya terhadap stabilitas harga pangan.
Pemberdayaan Ekonomi dan Keberlanjutan
Selain aspek pemenuhan gizi, program ini juga dipandang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan. Hasil panen yang dikelola oleh KWT tidak hanya dialokasikan untuk konsumsi domestik, tetapi juga dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan kelompok.
Dian berharap kesuksesan di Kecamatan Lubuk Besar dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Bangka Tengah. Respon positif dari para anggota kelompok tani menjadi indikator bahwa program stimulan ini memberikan dampak nyata di lapangan.
"Harapan kami, inisiatif ini tidak berhenti di satu wilayah saja, tetapi dapat meluas ke kelompok lainnya. Para anggota KWT merespons positif bantuan ini, dan kami berharap ini menjadi pemacu semangat bagi kelompok tani lainnya," pungkasnya.
Dengan integrasi antara bantuan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, pemanfaatan pekarangan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan kedaulatan pangan di masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
