
foto: Ilustrasi
Penulis: Feriansyah Farrelda Satria
TVRINews, Samarinda
Kehangatan Idulfitri di Kalimantan Timur semakin terasa lengkap dengan kehadiran Rabuk Jukut Haruan dan Ayam Cincane yang menyuguhkan perpaduan rempah tradisional serta cita rasa autentik bagi setiap keluarga.
Perayaan Idulfitri di Kalimantan Timur tidak hanya kental dengan nuansa silaturahmi, tetapi juga kekayaan kuliner khas yang selalu dinanti di meja makan. Dari sekian banyak hidangan, Rabuk Jukut Haruan dan Ayam Cincane menjadi primadona yang melengkapi kehangatan momen lebaran bagi masyarakat di Bumi Etam.

Sajian Rabuk Jukut Haruan, atau yang dikenal sebagai abon ikan gabus, merupakan hidangan tradisional yang memiliki tempat istimewa dalam tradisi kuliner lokal.
Berbeda dengan abon daging pada umumnya, rabuk ini memanfaatkan melimpahnya stok ikan haruan di perairan darat Kalimantan yang kemudian diolah dengan perpaduan rempah kuning yang kaya.
Proses pengolahannya yang teliti, mulai dari pengukusan ikan hingga penggorengan bersama santan dan bumbu halus seperti kunyit, jahe, dan serai, menghasilkan tekstur kering yang gurih.
Hidangan ini tidak hanya lezat saat disantap bersama ketupat atau nasi hangat, tetapi juga memiliki daya tahan lama sehingga sering dijadikan stok lauk selama hari raya.

Selain olahan ikan, Ayam Cincane juga menjadi menu wajib yang tidak boleh terlewatkan dalam jamuan hari raya. Berbeda dengan ayam bakar biasa, Ayam Cincane memiliki karakter rasa yang unik berkat penggunaan terasi dan asam jawa dalam bumbunya, memberikan perpaduan rasa pedas, manis, dan sedikit asam yang meresap hingga ke dalam daging.
Warna kemerahan yang mencolok dari cabai merah besar menjadikan hidangan ini tampil sangat menarik di atas meja makan. Sebelum dibakar hingga aroma rasanya keluar, ayam biasanya di rebus dengan sedikit air terlebih dahulu dengan bumbu halus dan santan encer agar teksturnya tetap empuk namun kaya rasa.
Kehadiran Rabuk Jukut Haruan dan Ayam Cincane ini dapat menjadi inspirasi hidangan spesial yang patut dicoba untuk dibuat sendiri di rumah guna menghadirkan nuansa autentik Kalimantan Timur di tengah keluarga saat momen Lebaran tiba.
Editor: Redaksi TVRINews
