
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Persebaya kembali menyuarakan pesan perdamaian antar suporter, kali ini melalui kegiatan lari bertajuk “Jersey Run” yang digelar bersama komunitas Pangkentrunk pada Minggu,26 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pra-event menuju Green Force Run (GFR) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni 2026, dengan start dan finis di Tugu Pahlawan, Surabaya.
Melalui ajang ini, Persebaya ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi para suporter yang memiliki hobi lari.
Konsepnya sederhana, peserta diajak berlari mengenakan jersei klub favorit, baik dari dalam maupun luar negeri.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Selain berlari, mereka juga mengikuti berbagai aktivitas tambahan seperti adu cepat, permainan dua lawan dua, hingga tantangan plank.
“Aku baru pertama kali ikut acara seperti ini. Seru, karena biasanya kalau lari pakai jersei lari, ini pakai jersei bola,” ujar Nicholas Pandu dari komunitas Sunday School Athlete dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.
Ia mengaku terkesan dengan konsep acara yang tidak hanya fokus pada lari.
“Kaget juga ada acara setelah kita lari. Gimmick-nya mantap sih. Adu cepat tapi sambil dribble bola itu seru banget,” kata Nicholas.
Sejumlah komunitas turut meramaikan kegiatan ini, di antaranya HipHop Run It, Pelarian, Gerak-Gerik, Blok M Boys, Peace in Pace, USC Fams, Sunday School Athlete, dan Heart Rate Run.
Perwakilan Pangkentrunk Ipank menegaskan kegiatan ini sejak awal dirancang untuk menghapus sekat antar suporter.
“Sejak awal memang kami ingin menekankan bahwa di acara ini tidak ada perbedaan. Beda tim bola, beda daerah, semua jadi satu untuk lari bareng di sini,” ucap Ipank.
Keberagaman terlihat dari jersei yang dikenakan peserta, mulai dari klub lokal hingga internasional. Bahkan, jersei Persebaya dan Persib tampak berdampingan dengan jersei Persija dalam satu lintasan.
“Meski kita beda tribun, beda warna, tapi kita tetap serumpun. Di lapangan boleh beda tim, tapi di lari semangat kita tetap sama untuk sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Ipank.
Ia juga menilai perbedaan justru menjadi kekuatan dalam kegiatan ini.
“Pesan yang digaungkan akhirnya terasa. Perbedaan itu justru memperindah keragaman, memberi warna baru,” kata Ipank.
Selama ini, Persebaya bersama suporternya, Bonek, terus mendorong terciptanya hubungan harmonis dengan kelompok suporter lain, termasuk The Jakmania dari Persija.
Jika dulu rivalitas kerap memicu konflik, kini kedua kelompok suporter mulai menunjukkan kedewasaan dengan berbagi tribun, baik di Stadion Gelora Bung Tomo maupun Gelora Bung Karno.
Media Officer Persebaya Jonathan Yohvinno berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan antar suporter di luar atmosfer pertandingan.
“Melalui Green Force Run kami berharap silaturahmi antar suporter ini makin terjalin. Tidak hanya saat awayday. Karena itu, bagi suporter yang hobi lari, ayo daftar Green Force Run. Kita lari bareng antar suporter di Surabaya,” ujar Jonathan.
Pendaftaran kategori Normal Price Green Force Run 2026 masih dibuka melalui situs resmi penyelenggara.
Editor: Redaktur TVRINews
