
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah Kota Mataram mulai menguji coba penggunaan sepeda sebagai transportasi dinas harian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran, khususnya untuk menekan pengeluaran bahan bakar kendaraan dinas di lingkungan pemerintah kota.
Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terlihat mulai beralih menggunakan sepeda untuk mendukung aktivitas kedinasan sehari-hari. Kebijakan ini diterapkan di tengah penyesuaian anggaran akibat efisiensi dari pemerintah pusat yang berdampak signifikan terhadap APBD 2026, termasuk adanya pemangkasan anggaran hingga 50 persen pada sejumlah pos belanja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Lale Widiahningsih, mengaku bahwa penggunaan sepeda tidak menjadi kendala baginya, terutama karena jarak antara rumah dan kantor yang relatif dekat.
“Penggunaan sepeda ini tidak menjadi kendala bagi saya karena jarak rumah ke kantor cukup dekat. Selain membantu efisiensi anggaran, ini juga berdampak positif bagi kesehatan,” ujar Lale Widiahningsih pada Senin, 6 April 2026.
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan penyesuaian pada awal penerapan kebijakan ini, terutama terkait kenyamanan penggunaan pakaian dinas saat bersepeda.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Irwan Rahadi, menyebut bahwa layanan sepeda sewa menjadi alternatif bagi ASN yang belum memiliki sepeda pribadi.
“Sepeda sewa ini menjadi solusi bagi pegawai yang tidak memiliki sepeda pribadi. Sistem pembayarannya menyesuaikan durasi pemakaian sehingga lebih hemat dibandingkan harus membeli sepeda baru,” jelas Irwan Rahadi.
Ia menambahkan bahwa layanan sepeda sewa tersebut disediakan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah kota. Layanan ini dapat diakses oleh pegawai maupun publik melalui sistem pemindaian aplikasi.
Pemerintah Kota Mataram berharap kebijakan ini tidak hanya mampu menekan belanja operasional daerah, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat di kalangan ASN. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor dalam aktivitas jarak pendek.
Editor: Redaksi TVRINews
