Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Situbondo
Ratusan santri bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), makan nasi gulung bersama di sepanjang Jalan KHR As’ad Syamsul Arifin, tepatnya di sekitar Alun-alun Kota Situbondo.
Hadir dalam acara itu Wakil Bupati, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, dan Kepala Kemenag Situbondo. Mereka duduk bersila di tepi jalan, menikmati nasi gulung ala santri.
Makan nasi gulung ini telah menjadi tradisi turun temurun di dalam Pondok Pesantren. Terlebih di Kota Situbondo , Jawa Timur usah melaksanakan peringatan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober .
Bupati Rio mengatakan, makan nasi gulung bersama ini merupakan cara untuk merefleksikan kehidupan sederhana para santri di pesantren.
Makan bersama seperti ini sudah menjadi kebiasaan di pondok pesantren. Di sana, santri biasa berbagi makanan tanpa piring dan menikmatinya bersama-sama,” ujar Rio.
Bupati berusia 40 tahun itu mengatakan tradisi makan nasi gulung dibukan sekadar simbol, namun memiliki nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan yang selalu dijaga para santri.
Nasi gulung sejatinya adalah nasi putih yang digulung dengan daun pisang. Didalamnya juga terdapat lauk pauk sebagai lengkap sebuah makanan.
Pada Hari Santri tahun ini Pemerintah Kabupaten menyediakan nasi gulung sebanyak 2 kwintal.
"Setelah apel, kita langsung makan bareng di sepanjang jalan. Ada Ketua DPRD, Kepala Pengadilan Negeri, hingga Ibu Kajari ikut bersama. Inilah wujud kebersamaan dan kekompakan yang ingin kita tanamkan,” tambahnya.
Rio mengajak masyarakat untuk meneladani semangat santri yang penuh tawadhu, disiplin, dan cinta tanah air.
Dia menilai, santri memiliki peran besar dalam memperkuat bangsa melalui kontribusi di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Insya Allah, kita semua bisa melihat bahwa peran santri dalam konteks kebangsaan dan keindonesiaan sangat luar biasa. Santri selalu ditunggu kontribusinya, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya
Editor: Redaksi TVRINews
