
Penulis: Margolaras
TVRINews, Yogyakarta
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian langsung di KSM Pilah Berkah, Bantul, untuk menguji efektivitas pengelolaan sampah plastik berjenis low value melalui penerapan lima platform layanan unggulan. Model pengelolaan yang melibatkan pemilahan sampah mandiri dari sumber dinilai mampu menangani persoalan sampah secara lebih komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.
Depo Pawiyatan KSM Pilah Berkah di Imogiri menjadi salah satu contoh fasilitas pengelolaan sampah komunitas yang berjalan efektif. Di tempat ini, sampah plastik bernilai ekonomis rendah—yang umumnya sulit ditangani oleh banyak TPA maupun bank sampah diolah dengan pendekatan teknologi.
Melalui Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, BRIN menempatkan salah satu teknologi pengolahan yang tengah diuji, yakni mesin pirolisis. Mesin tersebut mampu mengonversi sampah plastik low value menjadi bahan bakar cair.
Peneliti BRIN, Heru Susanto, menjelaskan bahwa dominasi sampah plastik di masyarakat membutuhkan terobosan baru dalam pengolahan.
“Kami ingin melihat potensi pengelolaan waste to energy menggunakan teknologi pirolisis. Ada peluang besar untuk mengonversi plastik low value menjadi bahan bakar minyak. Jenis plastik ini sering kali menjadi beban karena nilai ekonominya rendah,” ujar Heru, Kamis, 9 April 2026.
Dukungan terhadap pengembangan teknologi ini juga datang dari pengelola KSM Pilah Berkah. Arif Solikhin, selaku konsultan, menilai kemampuan mesin dalam mengurangi residu menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Teknologi ini cukup luar biasa karena dapat mengurangi residu plastik multilayer atau low value yang selama ini sulit diproses. Dampaknya signifikan karena mengurangi jumlah residu yang harus dimusnahkan bersama UPTD,” jelas Arif, Kamis (9/4/2026).
BRIN menilai praktik pengelolaan di KSM Pilah Berkah Bantul berpotensi direplikasi di daerah lain. Jika proses pengolahan berjalan optimal, hasil bahan bakar cair dapat dimanfaatkan untuk operasional mesin pengolahan sampah hingga kendaraan berbahan bakar solar.
Melalui kolaborasi antara peneliti, pengelola komunitas, dan pemerintah, model ekonomi sirkular di tingkat masyarakat diharapkan terus berkembang, sekaligus menjadi solusi nyata dalam pengurangan sampah plastik di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
