Penulis: Agus Topo
TVRINews, Bengkulu
Guna mempercepat revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Bengkulu dan perwakilan DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat bersama pada Jumat (25/4/2025) di Ruang Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, didampingi Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny. Fokus utama pembahasan adalah percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, khususnya penanganan pendangkalan alur pelayaran yang menjadi hambatan utama.
Wagub Mian menjelaskan bahwa Pemprov Bengkulu saat ini sedang menyusun skema penanganan revitalisasi secara kolaboratif bersama Pelindo, dengan kemungkinan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan satuan kerja terkait lainnya.
"Ini menjadi pembelajaran penting bagi kami bersama Forkopimda. Jika Pelindo mengalami kesulitan dalam menuntaskan proyek tepat waktu, maka opsi kolaborasi antara BUMD dan instansi lain bisa menjadi solusi yang dikemas secara matang," ujar Mian.
Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai merupakan proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun, menjadikannya proyek pelabuhan terbesar pertama di Provinsi Bengkulu. Revitalisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas logistik dan daya saing ekonomi daerah.
Mian berharap hasil rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang konkret dan efektif untuk mendukung percepatan pengerjaan proyek strategis tersebut.
"Kita tidak ingin berlama-lama dalam proses. Jika sudah ada keputusan yang tepat, akan segera kami sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.
Baca Juga: Peserta UTBK UNTIDAR Naik Drastis, Tiga Disabilitas Tampil di Barisan Depan
Editor: Redaktur TVRINews
