
Penulis: MH Naim
TVRINews, Lampung
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, menggelar tradisi tahunan bersih surau dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan seluruh area masjid, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga bagian dalam bangunan.
Menariknya, tradisi ini tidak hanya diikuti oleh umat Muslim, tetapi juga melibatkan warga nonmuslim dari kalangan umat Hindu dan Nasrani yang turut berpartisipasi secara sukarela. Mereka membawa peralatan kebersihan dari rumah masing-masing dan bekerja bersama demi menciptakan lingkungan masjid yang bersih dan nyaman menjelang Ramadan.
Tokoh pemuda Hindu Desa Mekar Karya, Ketut Sugiarta, mengatakan keterlibatan umat nonmuslim dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata toleransi dan kebersamaan yang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, kegiatan bersih surau bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan antarwarga.
“Kami sudah terbiasa hidup berdampingan dengan rukun. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan untuk saling membantu dan mempererat hubungan antar umat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh warga memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam menjaga keharmonisan dan kebersihan lingkungan desa. Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Desa Mekar Karya, Muhammad Jamaluddin. Ia mengatakan tradisi bersih surau merupakan bagian dari budaya gotong royong yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Pemerintah desa juga terus mendorong kegiatan yang memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
“Kerukunan di desa ini sudah terjalin secara turun-temurun. Warga tidak hanya terlibat dalam kegiatan keagamaan umat Islam, tetapi juga saling membantu saat perayaan hari besar agama lainnya,” jelasnya.
Muhammad Jamaluddin juga menjelaskan, komposisi penduduk Desa Mekar Karya terdiri dari sekitar 60 persen umat Islam, 20 persen umat Hindu, dan sisanya umat Nasrani. Meski memiliki latar belakang agama yang berbeda, masyarakat tetap hidup harmonis dan saling menghormati. Tradisi bersih surau menjelang Ramadan pun menjadi bukti nyata kuatnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman di Lampung Timur.
Editor: Redaktur TVRINews
