
Cegah Penimbunan BBM, Polisi Siaga di Sejumlah SPBU Kota Sorong
Penulis: Michael Djasman
TVRINews, Sorong
Aparat kepolisian dari Polda Papua Barat Daya disiagakan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sorong guna mencegah praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dilakukan pasca aksi demonstrasi yang digelar aktivis dan sopir truk terkait dugaan praktik mafia BBM di wilayah tersebut.
Pengamanan dilakukan di tiga titik SPBU, yakni SPBU Sorpus, SPBU Hansen Remu, dan SPBU Jalan Baru. Selain berjaga di lokasi, polisi juga melakukan patroli serta pemeriksaan kendaraan yang melakukan pengisian BBM guna memastikan distribusi berjalan tertib.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat Daya melalui Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Kompol Erwin Togar Haasian Situmorang, mengatakan setiap SPBU akan ditempati empat hingga lima personel kepolisian. Selain pemeriksaan fisik kendaraan, polisi juga melakukan pengecekan barcode pada pembelian BBM subsidi jenis Bio Solar dan Pertalite yang disesuaikan dengan jenis kendaraan.
“Pemeriksaan barcode kami lakukan untuk memastikan pembelian BBM subsidi sesuai peruntukannya dan meminimalkan adanya penyimpangan,” jelasnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Kompol Erwin menegaskan pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan BBM subsidi, baik masyarakat umum maupun oknum aparat. Ia juga mengimbau masyarakat dan insan pers untuk turut berperan aktif dengan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM di lapangan.
“Kami berharap masyarakat dan rekan-rekan wartawan dapat melaporkan kepada kepolisian jika menemukan adanya penyimpangan BBM,” tambah Erwin.
Pasca aksi demonstrasi terkait dugaan mafia BBM tersebut, kondisi di sejumlah SPBU di Kota Sorong mulai kembali normal. Antrean kendaraan yang sebelumnya tampak mengular kini dilaporkan berangsur terurai dan berjalan lancar.
Editor: Redaksi TVRINews
