
Penulis: Indra Wijaya
TVRINews, Badung
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas menyusul serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berdampak pada operasional penerbangan internasional, termasuk di Bali.
Sejumlah penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, mengalami penundaan hingga pembatalan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara terdampak.
Pengelola bandara menyatakan, gangguan jadwal terjadi karena maskapai harus melakukan penyesuaian rute penerbangan demi keselamatan operasional. Penutupan sebagian wilayah udara di kawasan konflik memaksa sejumlah maskapai mengalihkan jalur terbang atau menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan data per Minggu, 1 Maret pukul 11.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan internasional yang mengalami penyesuaian jadwal.
Maskapai Etihad Airways untuk rute Denpasar–Abu Dhabi dilaporkan mengalami penundaan. Sementara itu, Emirates rute Denpasar–Dubai dan Qatar Airways rute Denpasar–Doha tercatat mengalami pembatalan penerbangan.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait guna memastikan pembaruan informasi jadwal penerbangan dan penanganan penumpang terdampak berjalan optimal.
“Koordinasi intensif terus kami lakukan bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap terjaga, termasuk terkait informasi terbaru jadwal penerbangan,” ujarnya.
Secara umum, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai tetap berjalan normal.
Namun demikian, calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan internasional, khususnya rute Timur Tengah dan sekitarnya, diimbau untuk secara aktif berkomunikasi dengan pihak maskapai guna memperoleh informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan.
Berdasarkan data maskapai, total penumpang dari lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal mencapai 1.631 orang.
Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai, termasuk opsi penjadwalan ulang (reschedule), pengalihan rute (reroute), maupun pengembalian dana (refund).
Sebagai bentuk dukungan layanan informasi, pengelola Bandara Ngurah Rai menyediakan help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional.
Selain itu, penumpang juga dapat mengakses layanan contact center melalui sambungan telepon di nomor 172 untuk memperoleh pembaruan informasi secara langsung.
Secara global, konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah kerap berdampak langsung terhadap industri penerbangan internasional.
Organisasi penerbangan sipil dunia dan otoritas navigasi udara biasanya menerbitkan peringatan keselamatan (notice to airmen/NOTAM) ketika terjadi eskalasi keamanan di suatu wilayah.
Maskapai penerbangan kemudian menyesuaikan rute guna menghindari wilayah udara berisiko tinggi, yang pada akhirnya dapat memicu keterlambatan, pembatalan, hingga peningkatan durasi penerbangan.
Bali sebagai destinasi pariwisata internasional dengan konektivitas langsung ke berbagai kota di Timur Tengah memiliki ketergantungan pada stabilitas jalur udara global. Rute seperti Doha, Dubai, dan Abu Dhabi merupakan hub penting yang menghubungkan wisatawan dari Eropa dan kawasan lainnya menuju Pulau Dewata.
Pihak bandara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terkini kepada publik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan resmi dari maskapai dan pengelola bandara.
Editor: Redaksi TVRINews
