
Pemuda Lampung Selatan Ciptakan Ayam AK-79 Tahan Penyakit
Penulis: Axgeis
TVRINews, Lampung
Di tengah maraknya wabah penyakit unggas di berbagai daerah, seorang pemuda asal Kabupaten Lampung Selatan berhasil menciptakan varietas ayam kampung unggulan hasil perkawinan silang. Ayam yang diberi nama AK-79 ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit serta mampu beradaptasi dengan iklim Indonesia.
Inovasi tersebut dilakukan oleh Mahdika Murtopo (22), warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Ayam AK-79 merupakan hasil persilangan ayam kampung lokal dengan indukan ayam dari Eropa dan Asia yang dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan varietas yang stabil dan layak dikembangkan.

“Awalnya saya ingin menciptakan ayam kampung yang kuat, tahan penyakit, dan cocok dengan kondisi iklim Indonesia. Dari situ saya mencoba menyilangkan ayam lokal dengan indukan dari Eropa dan Asia,” ujar Mahdika Murtopo.
Mahdika menjelaskan, ayam AK-79 memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya ketahanan terhadap serangan penyakit serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan cuaca. Pertumbuhannya juga tergolong cepat. Dalam waktu sekitar 60 hari, ayam ini sudah dapat dikonsumsi dengan bobot rata-rata mencapai 1,2 kilogram.
Keunggulan tersebut membuat telur tetas dan bibit ayam AK-79 banyak diminati peternak. Permintaan datang dari berbagai daerah.
“Banyak peternak tertarik karena pertumbuhannya cepat dan risikonya lebih kecil. Sekarang justru saya kewalahan memenuhi permintaan bibit dan telur tetas,” kata Mahdika.
Mahdika yang merupakan mahasiswa semester tujuh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya mengaku telah melakukan riset sejak tahun 2021. Penelitian awal dilakukan sebagai bentuk ketertarikan pribadi terhadap dunia peternakan hingga akhirnya berkembang menjadi inovasi unggulan.
Selain mengembangkan varietas ayam, Mahdika juga menerapkan konsep peternakan ramah lingkungan dengan memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk untuk pertanian.
“Kotoran ayam saya manfaatkan kembali sebagai pupuk, jadi tidak terbuang percuma dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujarnya.
Dukungan keluarga turut menguatkan langkah Mahdika dalam mengembangkan inovasi ini. Keluarga berharap ayam AK-79 dapat membantu peternak kecil dalam mengurangi risiko usaha di tengah ancaman wabah penyakit unggas.
Inovasi ayam AK-79 menjadikan Mahdika Murtopo sebagai contoh pemuda daerah yang berani berkreasi dan menghadirkan solusi di sektor peternakan dan ketahanan pangan.
Editor: Redaksi TVRINews
