Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Jelang Hari Raya Imlek, sejumlah bisnis dengan omzet menggiurkan mulai bermunculan. Salah satunya dilakukan Warga di Jalan Bengawan Solo, Kota Probolinggo dengan budidaya kepiting apartemen.
Rachmad Sudaryanto di rumah tokonya, Jalan Bengawan Solo, Kedopok, Kota Probolinggo Jawa Timur bersama dua orang anaknya, mengubah ruko menjadi tempat budidaya kepiting. Memanfaatkan puluhan jerigen plastik bekas menjadi apartemen kepiting.
Bisnis baru yang dilakukan pria kelahiran Surabaya ini bermula dari kegemarannya mengkonsumsi masakan kepiting. Dia kemudian berinisiatif untuk memelihara kepiting dalam sebuah ‘apartemen’ khusus untuk kepiting.
Ide pria 48 tahun ini didasari dari letak Probolinggo yang memiliki kawasan pantai, lengkap dengan hutan bakau yang sering menjadi habitat kepiting. Kemudian mencoba memindahkan ekosistem alami tersebut ke ekosistem buatan.
Rachmad juga membuat langkah dimulai dari pembuatan gemericik air, hingga pengolahan air payau yang merupakan perpaduan antara air laut dan air tawar.
Alhasil, jadilah kepiting yang sukses tumbuh kembang dengan pola perawatan yang teratur. Mulai dari pembersihan kotoran, hingga memberi makan daging ikan.
“Berawal dari kesukaan kami mengkonsumsi kepiting, akhirnya berinisiatif membudidayakannya. Tidak mudah mengawalinya namun berkat kemauan keras akhirnya budidaya kepiting bisa berhasil dan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk keluarga,” ungkap Rachmad, Kamis, 25 Januari 2024.
Nah, menjelang tahun baru imlek ini, bisnis budidaya kepiting apartemen ikut kebanjiran pesanan. Pesanan datang dari perseorang dan juga rumah makan sari laut yang menyediakan masakan berbahan utama kepiting di Kabupaten Probolinggo dan luar daerah.
Tak urung, harga jualnya pun melonjak tajam. Kepiting yang biasanya dijual dengan harga dua ratus ribu per kilogram, kini menjadi empat ratus hingga lima ratus ribu per kilogram.
Rachmad Sudaryanto mendapatkan benih kepiting atau kepiting yang masih berukuran kecil dari para nelayan yang ada di Pantai Tongas, Probolinggo. setelah lima bulan dalam perawatan, kepiting apartemen ini akhirnya siap dipanen dan dipasarkan.
Bagaimana, anda tertarik mencobanya?
Editor: Redaktur TVRINews
