
Video Viral Longsor Gunung Tambang, Polisi Tegaskan: Hoaks Alat Berat Tertimbun
Penulis: Andi Syam
TVRINews – Banjar, Kalimantan Selatan
Gunung Runtuh di Lokasi Galian C Awang Bangkal Barat, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa Maupun Kerusakan Alat Berat
Sebuah video yang menampilkan peristiwa longsor besar di kawasan perbukitan Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut menunjukkan material tanah dan bebatuan dalam jumlah besar runtuh dari tebing tinggi, menimbun sebagian area di bawahnya.
Namun, informasi yang beredar bersama video, yang menyebutkan bahwa kejadian ini menimbun sejumlah truk dan alat berat, dipastikan tidak benar oleh otoritas setempat.
Fokus di Lokasi Tambang Galian C
Berdasarkan penelusuran di lapangan, area yang mengalami longsor merupakan kawasan tambang galian C. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban.
Pihak pengelola tambang mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada Kamis, 6 November 2025, sore itu.
“Sekitar jam tiga sore terjadi longsor itu. Cuma alat eksavator dalam hal ini sudah aman terparkir, jika ada menyampaikan alat tertimbun itu hoax,” jelas Pengawas Alat Tambang, Rusdi Kusnadi, pada Kamis, 6 November 2025, seperti dikutip media.
Tidak Ada Korban dan Kerusakan
Konfirmasi senada juga disampaikan oleh aparat kepolisian yang meninjau langsung lokasi kejadian. Longsor yang terjadi hanya melibatkan pergerakan batuan dari atas ke bawah, tanpa menimbulkan kerugian material signifikan.
“Jadi batunya itu longsor dari atas ke bawah, untuk korban jiwa tidak ada dan alat yang tertimbun pun tidak ada,” tambah Kapolsek Karang Intan, Ipda Yusup, saat meninjau lokasi longsor.
Kepala Desa Awang Bangkal Barat, Fajrul Rifani, turut menegaskan bahwa lokasi longsor merupakan area tambang yang dikelola oleh perusahaan swasta, yakni CV Sumber Rezeki, dan bukan milik koperasi desa.
“Kita sama-sama melihat ke lokasi dan yang longsor itu CV Sumber Rezeki, jadi tidak ada hubungannya sama kita,” terang Fajrul Rifani.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor di musim penghujan, mengingat Desa Awang Bangkal Barat dikenal sebagai kawasan produksi galian C yang melibatkan banyak warga setempat. Publik juga diminta agar tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Editor: Redaksi TVRINews
