
Kemenhan Bangun Bandara KASA Militer Kyai As'ad Syamsul Arifin
Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Situbondo
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi memulai pembangunan Bandara Militer Kyai As’ad Syamsul Arifin di Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Bandara ini dibangun di atas lahan seluas 306 hektar dan dinamai berdasarkan Pahlawan Nasional asal Situbondo, Kyai As’ad Syamsul Arifin.
Kementerian Pertahanan menegaskan prioritas penyelesaian Bandara KASA, yang terletak di kawasan perkebunan Banongan, Desa Wringin, Kecamatan Asembagus.
Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang digagas Kemenhan RI, dengan tujuan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah Timur Pulau Jawa.
Proses awal pembangunan ditandai dengan pengajian dan tasyakuran yang dihadiri sekitar 20 ribu jamaah dari berbagai wilayah di Situbondo. Acara ini juga dihadiri Brigjen TNI Zainul Bahar mewakili Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kolonel Moh. Tajuddin, Staf Puskon Baloghan Kemenhan, menyampaikan bahwa Bandara KASA dirancang multifungsi.
“Bandara ini dirancang multifungsi. Selain memperkuat pertahanan dan keamanan, juga mendukung konektivitas ekonomi dan penerbangan kemanusiaan,” ujar Kolonel Tajuddin.
Bandara KASA memiliki panjang runway 2.500 meter, sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Airbus dan Boeing dapat mendarat.
Selain kepentingan militer, bandara ini juga dirancang untuk mendukung operasi kebencanaan, penerbangan sipil, hingga keberangkatan haji dan umroh.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan pembangunan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Bandara ini dibangun dengan pembebasan lahan milik warga sebanyak 1.004 petani yang terdampak, dan mereka mendapatkan kompensasi secara layak,” ujarnya.
Melalui pembangunan Bandara Militer Kyai As’ad Syamsul Arifin, diharapkan sistem pertahanan Indonesia semakin kuat, sekaligus meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Timur Pulau Jawa.
Editor: Redaktur TVRINews
