
Penulis: Nana Juhana
TVRINews, Kuningan
Momen Natal menjadi berkah tersendiri bagi para perajin pernak-pernik Natal di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Menjelang Natal 2025, mereka disibukkan dengan banjir pesanan aksesori Natal dari sejumlah gereja di Kuningan hingga luar daerah.

Adrianus Beben, salah satu perajin, mengatakan bahwa mereka memproduksi berbagai aksesori Natal seperti boneka salju, rusa, malaikat, hingga kandang Natal yang seluruhnya dibuat dari bahan kawat. Setiap aksesori kemudian dihiasi lampu hias sesuai permintaan pembeli. Harga satu paket dijual mulai dari Rp5 juta, tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya.
“Semua bahannya dari kawat. Kesulitannya terletak pada pembentukan dan menyeimbangkan bentuknya. Satu barang rata-rata membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. Jadi, jika semua pesanan dijumlahkan, bisa memakan waktu hingga dua bulan,” ujar Adrianus, Jumat (19/12/2025).
Ia menambahkan, sebagian besar pembeli berasal dari gereja-gereja di Kuningan, bahkan ada pesanan dari luar daerah seperti Bali. Meski demikian, jumlah pesanan tahun ini disebut menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat merambah berbagai daerah.
Tidak hanya perajin aksesori Natal, para pembuat patung Yesus dan salib di wilayah ini juga merasakan peningkatan permintaan menjelang Natal. Harga patung dijual mulai dari Rp30 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ukuran dan bentuknya.
Perajin patung dan salib, Labertus Tarjo, mengungkapkan, “Pesanannya ada lah, omset naik. Puji Tuhan, ada peningkatan.”
Sejak dua bulan terakhir, aktivitas produksi pernak-pernik Natal di Desa Cisantana mulai ramai, meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Momentum Natal tetap memberikan dampak positif bagi para perajin, meski di tengah tantangan menurunnya pesanan dibanding tahun sebelumnya.
Editor: Redaktur TVRINews
