Penulis: Thomy Mirulewan
TVRINews, NTT
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kupang, Yupiter Selan, menegaskan akan mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah Puskesmas di wilayah Kabupaten Kupang.
Pernyataan tersebut disampaikan usai ia bersama tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang meninjau langsung kondisi Puskesmas Oenuntono pada Kamis, 11 September 2025. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa IPAL yang dibangun di Puskesmas tersebut sejak 2018 dan mulai digunakan pada 2019 tidak berfungsi hingga saat ini.
“Dari laporan masyarakat yang telah kita terima, ada sejumlah Puskesmas di wilayah Kabupaten Kupang yang hingga kini belum memanfaatkan fasilitas sistem pengelolaan limbah yang telah dibangun di semua Puskesmas di Kabupaten Kupang, dan salah satunya kita temukan di Puskesmas Oenuntono yang sudah dioperasikan sejak tahun 2019 silam,” ujar Yupiter, Sabtu, 13 September 2025.
Ia mengungkapkan, berdasarkan temuan di lapangan, IPAL yang telah dibangun sesuai standar justru tidak digunakan tanpa alasan yang jelas.
“Instalasi Pengelolaan Air Limbah atau IPAL yang dibangun bersamaan dengan pembangunan Puskesmas itu sudah sesuai standar, tetapi harus dipastikan apakah IPAL yang dibangun itu benar dibutuhkan oleh Puskesmas itu atau tidak, karena semua itu ada standarnya seperti jumlah pasien atau pelayanan di Puskesmas itu. Jadi, tidak semua harus ada IPAL-nya,” jelas Yupiter.
Yupiter menyebut, persoalan serupa kemungkinan besar terjadi di seluruh Puskesmas yang dibangun di wilayah Kabupaten Kupang. Hal ini akan menjadi perhatian serius bagi Kejari Kupang untuk ditindaklanjuti.
“Soal IPAL ini akan menjadi salah satu objek baru kita dan jadi atensi khusus kita untuk menanganinya sesuai apakah memang tidak digunakan karena masalah alat atau memang tidak dibutuhkan,” ungkap mantan Kajari Lembata itu.
Selain soal IPAL, kondisi fisik bangunan Puskesmas Oenuntono juga menjadi sorotan. Seluruh plafon gedung telah runtuh dan tidak tersisa, sementara rangka baja ringan penguat plafon juga nyaris ambruk.
“Ini kita sudah cek kondisi, ternyata banyak item pekerjaan yang sudah rusak, terutama plafon. Semua sudah runtuh, tidak tersisa satu lembar juga, dan setelah kita konfirmasi ke Kepala Tata Usaha Puskesmas, informasinya rusak karena Badai Seroja. Tetapi kita akan cek, apa betul rusak karena Badai Seroja atau memang karena kurang berkualitas,” katanya.
Editor: Redaktur TVRINews
